Mendulang "emas" di investasi perdagangan berjangka komoditi

id Mendulang emas

Mendulang "emas" di investasi perdagangan berjangka komoditi

Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Pekanbaru, Liwan Thio di Pekanbaru, Sabtu (26/6/2021). (ANTARA/Vera lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Tak pernah terduga, pria lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Jogyakarta jurusan Hukum ini, sukses menjadi milenial kaya dengan hanya berinvestasi di perdagangan berjangka komoditi.

Pemuda bernama Reza ini mengaku sudah punya penghasilan ratusan juta rupiah per bulan walau saat ini tidak bekerja.

"Awalnya modal saya Rp100 juta, Alhamdulillah sudah kembali dan untungnya kini 100 persen," kata Reza di Pekanbaru, Sabtu.

Keberhasilan Reza bukan tanpa kendala bahkan pernah merugi, namun berkat kegigihannya terus belajar, sebelum terjun langsung di akun yang rill, ia terlebih dahulu nonton You Tube, terus ikut seminar trading, ditambah ilmu yang didapat saat kuliah tentang trading akhirnya Reza kini mapan dengan pilihan berinvestasi di PT Rifan Financindo Berjangka (RFB).

Bapak dan anak investasi bersama

Awalnya Reza tertarik untuk ikut menanamkan uang tabungannya di perdagangan berjangka komoditi PT RFB Cabang Pekanbaru, bermula dari ajakan sang bapak. Anak kedua bersaudara itu diminta pulang ke Pekanbaru, dan meninggalkan pekerjaan yang sudah digelutinya sekitar 11 bulan di salah satu perusahaan Prancis cabang Vietnam di Jogyakarta.

"Kala itu Juli 2018 bapak nyuruh saya pulang untuk meneruskan usaha yang dimilikinya karena mereka sudah tua," kata dia.

Waktu itu orangtuanya yang merupakan pensiunan sebuah perusahaan perminyakan memiliki usaha. Singkat cerita pandemi COVID-19 telah membuat bisnis bapaknya merosot, dan mereka mencoba banting stir dengan memanfaatkan modal dana pensiun yang masih tersimpan di deposito untuk usaha lain.

"Kami berdua berdiskusi bagaimana caranya mau mengelola keuangan yang ada agar bisa bertambah, kalau hanya di deposito hasilnya sedikit, sementara hendak buka usaha, saat kondisi COVID-19 semua merosot," kata pemuda berkulit kuning langsat itu.

Kebetulan mereka bertemu dengan seorang staf PT RFB dan ditawarin ikut berinvestasi di perdagangan berjangka komoditi. Setelah dipelajari caranya, legalitasnya bahkan ke halallan bisnisnya mendapat ijin dari MUI, mereka yakin ikut dan mulai trading pada Ramadan kemarin.

"Pertama bapak dulu yang coba dengan investasi emas Loco London awal puasa kemarin, mulanya sedikit hanya ratusan juta, setelah mulai menguntungkan dan faham kini malah menambah hingga miliaran," katanya.

Seiring waktu Reza pun tertarik untuk menginvestasikan tabungan hasil dari beasiswa yang disimpannya selama kuliah. Uang senilai Rp100 juta ia belikan emas Loco London pertengahan Ramadan lalu.

Ia trading sendiri satu- dua lot per hari, dalam waktu sekitar tiga bulan sudah bisa meraup untung sekitar 100 persen dari investasi awalnya. Sungguh pendapatan yang menggiurkan terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini, dimana semua sektor mengalami kemerosotan, kelesuan ekonomi bahkan sampai gulung tikar.

"Saya sarankan bagi pemula yang ingin ikut investasi perdagangan berjangka, banyak baca referensi dan kalau sudah untung jangan serakah, cukup bangun pagi buka akun lalu transaksi, biarkan lalu lihat habis Zuhur, transaksi lagi, habis magrib sekali dan malam sebelum tidur, itu jadwal yang saya atur untuk trading," katanya berbagi tips.

Tetap tumbuh

Pandemi COVID-19 telah memukul berbagai sektor perekonomian, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara. Tetapi, industri perdagangan berjangka komoditi ternyata mampu bertahan, bahkan tetap tumbuh secara siginifikan. Hal ini tentu membuka harapan dan optimisme, bahwa perdagangan berjangka komoditi akan semakin berkembang di masa depan.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Stephanus Paulus Lumintang saat penutupan perdagangan akhir tahun Senin (28/12/2020) mengatakan, pelaku industri berjangka komoditi justru menyambut tahun 2021 optimistis, setelah melewati 2020 dengan pecahnya rekor transaksi sepanjang sejarah yang didorong oleh sejumlah faktor internal dan eksternal.

"Di masa pandemi ini sebagian masyarakat memikirkan bagaimana bisa bertahan hidup, tetapi sebagian berupaya untuk tetap berinovasi. Nah inovasi dengan investasi berjangka ini mudah dilakukan saat pandemi. Karena orang tidak harus bertemu, investasi ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan perkembangan teknologi," kata Stephanus Paulus Lumintang.

Adanya peningkatan transaksi di perdagangan berjangka komoditi sepanjang tahun 2020 membuktikan bahwa industri ini cukup tahan terhadap guncangan.

"Kita lihat pertumbuhan ekonomi nasional maupun global di tahun 2020 lalu, mengalami kontraksi yang cukup tajam. Pencapaian ini tentunya juga membuktikan bahwa investasi di perdagangan berjangka komoditi telah menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam menentukan alternatif dalam berinvestasi," katanya.

Hal ini terbukti hingga penutupan perdagangan akhir tahun, Senin (28/12/2020), Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil membukukan volume transaksi multilateral dan bilateral sebesar 9,4 juta lot.

Kinerja tersebut memecahkan rekor yang pernah dicapai pada tahun 2011 atau sepanjang sejarah JFX yaitu sebesar 7,58 juta lot. Selain itu, pencapaian tersebut juga telah melampaui target transaksi tahun ini di kisaran 8,25 juta dan melebihi volume transaksi pada 2019 sebesar 7,94 juta lot. Pencapaian luar biasa tersebut merupakan rekor terbaik JFX sejak 20 tahun beroperasi.

Ikuti jejak JFX

Sebagai bahagian dari investasi komiditasberjangka dari JFX, PT Rifan Financindo Berjangka ternyata tidak ketinggalan ikut mendulang " emas" di masa pandemi COVID-19. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri perdagangan berjangka komoditi, perusahaan pialang terbesar ini menduduki posisi teratas dari 10 perusahaan pialang berjangka teraktif dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Selain anggota dari KBI (Persero), PT Rifan Financindo Berjangka juga merupakan anggota PT Bursa Berjangka Jakarta dan terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sejak tahun 2000, PT Rifan Financindo Berjangka terus berkembang dengan jumlah kantor operasional sekarang di Jakarta (2 kantor), Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Palembang.

Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Pekanbaru, Liwan Thio mengatakan, keberhasilan ini juga diraih cabangnya dengan total transaksi mencapai 46.317 lot pada Januari-Mei 2021. Angka ini menunjukkan kenaikan 16,27 % dari tahun sebelumnya. Sementara jumlah nasabah baru menjadi 121 orang.

Ia mengakui perusahaan mengambil langkah cepat sejak Indonesia terkena musibah virus corona. Proses edukasi nasabah misalnya. Bila sebelumnya penyaluran informasi lebih banyak melalui bertemu langsung, kini nasabah teredukasi melalui ponsel pintar mereka.

"Pandemi memang sempat membuat kami kalang kabut. Tapi kami dengan sigap mengambil langkah untuk mengatasi keterbatasan atas dampak corona. Solusinya pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang," kata Liwan.

Pencapaian kinerja cemerlang RFB Pekanbaru lantas tidak membuatnya merasa puas, bahkan ia sudah memasang target 10.000 volume transaksi dan 100 jumlah nasabah periode berikutnya.

Berbagai strategi akan diterapkan guna mencapai target tersebut. Selain penggunaan digital khususnya media sosial yang semakin dimasifkan, RFB Pekanbaru juga akan meningkatkan jumlah konsultan bisnis/marketing sebanyak 100 orang. Bukan hanya menggaet lebih banyak marketing, tetapi memberikan pelatihan ke mereka guna memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

"Kunci utama memikat calon nasabah ialah pelayanan. Jadi, orang-orang yang berhubungan langsung ke mereka seperti marketing akan diberikan pelatihan terlebih dahulu. Termasuk cara efektif penggunaan media sosial untuk melayani nasabah," kata pria dengan dua putri tersebut.

Strategi lain dalam meningkatkan kinerja ialah menambah Wakil Pialang Berjangka (WPB). Liwan pun mengakui, RFB Pekanbaru menargetkan WPB sebanyak lebih 10 orang pada periode selanjutnya.

Di sisi lain, stakeholder lain seperti media dan masyarakat perlu terus diberikan edukasi. Caranya disesuaikan dengan kondisi pandemi sekarang yakni melalui wabiner, online trading class, dan media training. Pemahaman mereka seputar perdagangan berjangka akan dapat menarik para investor.

"Jika masyarakat dan media sudah paham, maka sangat memungkinkan transaksi di Bursa Berjangka Jakarta [BBJ] dan perdagangan berjangka akan melonjak tinggi. Hal ini seiring dengan bertumbuhnya minat investasi di produk-produk derivatif perdagangan berjangka," katanya.

Keunggulan dan karakteristik produk

PT RFB dengan menggunakan Margin Trading (dana jaminan) para investor dapat melakukan transaksi yang besar dengan modal yang relatif kecil, tidak perlu menggunakan dana 100 perssn (full margin) sebagaimana perdagangan di pasar saham.

Sehingga transaksi memanfaatkan dua arah, tren yang memungkinkan para investor untuk mendapatkan peluang keuntungan, pada saat tren harga bergerak naik maupun turun.

Ditambah pergerakan harga harian yang besar dengan kisaran 100 - 500 poin pada index saham, 10 - 20 troy ounce pada emas Loco London dan 100 - 150 pips pada perdagangan forex, akan memberikan peluang keuntungan yang besar dengan nilai kontrak (contract size) masing-masing US$ 5/poin, 100.000 per mata uang forex dan 100 troy ounce per emas Loco London dan nasabah hanya dibebankan biaya transaksi (fee) yang relatif kecil.

Sehingga produk ini memiliki tingkat likuiditas yang sangat tinggi, dengan begitu para investor dapat melakukan transaksi beli dan jual kapan saja, selama market berjalan dengan didukung oleh fasilitas online trading system.

Akhirnya para nasabah dengan leluasa dapat menentukan sendiri berapa lama waktu untuk bertransaksi, tanpa adanya penalti atau biaya administrasi pada saat penarikan dana atau penutupan transaksi.

Mereka bisa memilih bebas jenis investasi yang diminati Fixed Rate( kurs tetap ) dengan US$ 1 = Rp. 10.000, dengan terhindar dari resiko kerugian akibat fluktuasi USD/IDR. Atau Floating Rate(kurs berjalan) dengan US $ 1 = US$ 1 (sesuai kurs USD/IDR) dengan tidak ada fee dari pembukaan dan penarikan dana USD sebagian maupun seluruhnya.