AS tangkap istri bos kartel Meksiko Joaquin El Chapo terkait narkoba

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, narkoba

AS tangkap istri bos kartel Meksiko Joaquin El Chapo terkait narkoba

Dokumentasi: Emma Coronel Aispuro, istri Joaquin Guzman, pengedar narkoba yang dikenal sebagai "El Chapo", tiba di Pengadilan Federal Brooklyn, untuk vonis hukuman Guzman di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Rabu (17/7/2019). (ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/ama/cfo.)

Washington (ANTARA) - Istri Joaquin 'El Chapo’ Guzman, mantan pimpinan kartel narkoba Sinaloa Meksiko yang kini dipenjara, telah ditangkap terkait keterlibatannya dalam penyelundupan narkotika internasional, sebagaimana dikatakan Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Emma Coronel Aispuro yang berusia 31 tahun sering menghadiri persidangan suaminya dua tahun lalu dan telah ditangkap di Bandara Internasional Dulles di bagian utara Virginia. Dia dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal di Washington pada Selasa.

Baca juga: Seorang warga Tembilahan Hulu ditangkap polisi karena sabu

Kuasa hukum Coronel belum dapat diidentifikasi dan tidak ada keterangan jelas terkait mengapa Coronel, yang memiliki dua kewarganegaraan yakni AS dan Meksiko, berada di area Washington.

Penangkapan Coronel terjadi dua tahun setelah persidangan di Brooklyn di mana Guzman, yang kini berusia 63 tahun, dihukum karena memperdagangkan berton-ton narkoba ke Amerika Serikat sebagai pemimpin kartel Sinaloa. Jaksa penuntut di persidangan mengatakan Guzman mengumpulkan kekuasaan melalui pembunuhan dan perang dengan kartel saingan.

Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Juli 2019 ditambah 30 tahun, yang menurut hakim yang menjatuhkan hukuman mencerminkan tindakan "sangat jahat" Guzman. Guzman dikirim ke ADX Florence di Colorado, penjara "Supermax" paling aman di negara itu.

Coronel didakwa pada hari Senin dalam satu tuduhan berkomplot untuk mendistribusikan heroin, kokain, marijuana dan metamfetamin untuk impor yang melanggar hukum ke Amerika Serikat.

Jaksa penuntut mengatakan Coronel juga bersekongkol untuk membantu suaminya dalam pelariannya pada Juli 2015 dari penjara Altiplano di Meksiko, ketika dia menggali terowongan sepanjang satu mil dari selnya, dan mulai merencanakan pelarian kedua setelah ditangkap oleh pihak berwenang Meksiko pada Januari 2016.

Upaya AS dan Meksiko untuk memerangi perdagangan narkoba menjadi tegang pada bulan Oktober ketika Departemen Kehakiman AS mengajukan dakwaan narkoba terhadap mantan Menteri Pertahanan Meksiko Salvador Cienfuegos.

Departemen Kehakiman secara tiba-tiba membatalkan kasus itu pada bulan berikutnya dan membiarkan Cienfuegos kembali ke Meksiko, sebuah langkah yang menurut Meksiko akan memulihkan kepercayaan pada hubungan keamanan yang tegang di kedua negara.

Cienfuegos dibebaskan dua bulan kemudian ketika Meksiko mencabut kasusnya sendiri.

Tomas Guevara, seorang penyelidik masalah keamanan di Universitas Otonom Sinaloa, mengatakan penangkapan Coronel mungkin menjadi bagian dari "strategi tekanan" untuk mendorong kerja sama dari Guzman.

Seorang pejabat Meksiko yang mengetahui kasus Coronel, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan penangkapannya tampaknya semata-mata merupakan inisiatif AS, dan bahwa Coronel tidak dicari sebagai tersangka di Meksiko.

Coronel dan Guzman telah menikah sejak 2007, ketika mereka menikah dalam sebuah upacara mewah di desa di negara bagian Durango. Saat itu, Coronel adalah seorang ratu kecantikan berusia 18 tahun.

Baca juga: Enam napi narkoba mantan pegawai Lapas Riau dipindahkan ke Nusakambangan

Baca juga: Polrestabes Bandung lakukan sidak tes urine imbas kapolsek terlibat narkoba

Baca juga: Andika Kangen Band prihatin atas penangkapan Caca pakai narkoba


Sumber: Reuters

Penerjemah: Aria Cindyara

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar