DPR: LKBN ANTARA berperan strategis tangkal hoaks di tengah COVID-19

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,corona

DPR: LKBN ANTARA berperan strategis tangkal hoaks di tengah COVID-19

Perum LKBN Antara (Antara)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima menyampaikan bahwa LKBN ANTARA memiliki peran strategis dalam menangkal kabar bohong atau hoaks di tengah pandemi COVID-19.

"ANTARA sangat strategis, lembaga yang cukup mempunyai sejarah secara historis, ideologis, politis di negeri ini. Yang sangat kami inginkan terutama masyarakat, dengan berbagai informasi yang ada bahkan berita yang jelek atau kadang hoaks itu kadang justru menjadi good news, ini yang kami harapkan ANTARA sebagai leader dalam keakuratan, kecepatan," ujar Aria Bima saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa.

Baca juga: 101 kasus hoaks COVID-19 di medsos terungkap

Ia menilai keakuratan dan kecepatan berita yang disajikan sangat menentukan arah berbagai pemikiran dari para pengambilan keputusan dari pusat sampai daerah. "Jadi kita berharap, dengan kualitas dan data yang tervalidasi dari ANTARA maka kami percaya bahwa daerah maupun pusat itu akan mempunyai berbagai data yang benar dan nyata, atau data yang realistis," ucapnya.

Aria Bima menambahkan PSO dapat digunakan ANTARA agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat hingga ke daerah. "Masyarakat di daerah-daerah, wilayah yang terpinggirkan dan terluar itu harus dapat mengakses berita-berita yang ada," ucapnya.

Optimistis

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama LKBN ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat optimistis dapat menjalankan tugas dan fungsinya untuk penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan penting ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional meski terdampak COVID-19.

"Melihat kondisi seperti ini, sebenarnya terdampak luar biasa terhadap 'cashflow' maupun laporan keuangan kami. Namun kami sudah memperhitungkan dan memperkirakan bahwa pada akhirnya kami masih bisa survive dengan cukup baik tanpa mengurangi program-program distribusi yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sejak Januari 2020, ANTARA telah memproduksi konten yang terkait dengan corona atau COVID-19 lebih dari 33.500 berita, tidak termasuk berita foto, video infografis maupun foto story lainnya. "Jadi kalau dilihat sangat-sangat produktif. Kami berada di garis depan setiap hari, harus menjalankan fungsi kami," katanya.

Dalam setahun, lanjut dia, ANTARA dapat memproduksi lebih dari 200.000 hardnews, ditambah dengan foto maupun video untuk ditampilkan di siaran berita.

Dimas, demikian ia biasa disapa menambahkan, manajemen juga telah melakukan berbagai penyesuaian sehingga LKBN ANTARA tetap bisa menjalankan fungsi secara maksimal sampai akhir tahun dengan tetap tidak merugi.

Kendati demikian, ia mengatakan, arus kas perusahaan yang baik pada akhirnya menjadi kunci penting dalam operasional perusahaan. "Mohon maaf, keberlangsungan dan pencairan secara reguler dari PSO atau subsidi yang berjalan secara lancar, walaupun itu hanya sekitar 35 sampai 40 persen dari perkiraan pendapatan, tapi itu cukup untuk menjalankan operasional yang menurut kami sangat penting saat ini," katanya.

Pandemi COVID-19, Dimas mengakui, bakal mempengaruhi kinerja pendapatan dan laba bersih LKBN ANTARA yang diprediksi menurun drastis. "Kami telah laporkan ke Kementerian BUMN, pendapatan kami dan laba bersih itu pasti menurun sangat drastis, dari yang tadinya diperkirakan Rp18,1 miliar, skenario kami masih sangat yakin bahwa kami masih bisa laba dengan tingkat di Rp2,1 miliar di akhir tahun," katanya.

Baca juga: Penyebar hoaks terancam denda hingga Rp1 miliar

Baca juga: Humas Pemko nyatakan informasi Pekanbaru "lockdown" 7 April hoaks


Pewarta : Zubi Mahrofi