Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto pastikan stok dan harga bahan pokok aman

id Berita hari ni, berita riau terbaru, berita riau antara, stok sembako

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto pastikan stok dan harga bahan pokok aman

Ilustrasi komoditas bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional (Antara/Eka AR)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan stok dan harga kebutuhan bahan pokok, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih aman usai memantau Pasar Keramat Jati, Jakarta.

"Berdasarkan hasil pantauan, di Pasar Keramat Jati pada minggu keempat bulan April dapat dipastikan cukup dan harganya stabil," kata Mendag lewat konferensi video di Jakarta, Rabu.

Mendag menyampaikan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti gula pasir dan bawang merah. Namun, beberapa komoditas juga mengalami penurunan harga seperti daging ayam ras dan bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai merah besar yang sebelumnya mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

Baca juga: Lapas Klas IIA Tembilahan bagi sembako ke panti asuhan dan masyarkat

Terkait stabilisasi harga gula, Mendag menyampaikan bahwa Kemendag telah melakukan rapat dengan produsen gula dan Satgas Pangan untuk memonitor distribusi gula agar merata.

"Kemendag melakukan upaya dan langkah strategis agar ketersediaan barang tersebut cukup di pasar, baik di pasar rakyat maupun ritel modern dengan harga terjangkau," ungkap Mendag.

Adapun langkah-langkah strategis yang dilakukan yakni penguatan koordinasi di 34 provinsi yang membidangi perdagangan, menginstruksikan produsen dan distributor agar tidak menjual gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Khusus gula, saya akan pastikan bahwa HET tidak akan mengalami kenaikan yakni Rp12,500 per kilogram (kg), mengimbau distributor agar tidak kmenjual di atas HET, kemudian memotong mata rantai dan mengoptimalisasi pengunaan tol laut, yang akan memotong 30 persen biaya transportasi," papar Mendag.

Mendag juga telah menugaskan BUMN dan swasta untuk mengolah gula rafinasi menjadi gula konsumsi untuk kemudian mendistribusiannya ke pasar dengan harga sesuai HET.

Upaya lain, Mendag menerbitkan surat edaran kepada Gubernur dan Walikota untuk memastikan kelancaran distribusi, terlebih di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini, sehingga distribusi barang tidak terganggu.

"Saya juga menugaskan Wakil Menteri Perdagangan dan jajaran eselon I dan II Kemendag untuk terus memantau ketersediaan bapok dan stabilisasi harga pada masa Ramadhan dan pandemi COVID-19," pungkas Mendag.

Baca juga: Aceh beri bantuan sembako mahasiswa asing

Baca juga: Serikat Pekerja BPJAMSOSTEK sumbang sembako korban PHK di Pekanbaru


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta