Satu PDP COVID-19 di Pekanbaru meninggal, warga diminta tak panik

id Pdp,corona pekanbaru, pdp pekanbaru meninggal

Satu PDP COVID-19 di Pekanbaru meninggal, warga diminta tak panik

Sejumlah warga mengenakan berbagai jenis masker di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (6/4/2020). (ANTARA/FB Anggoro)

 Pekanbaru (ANTARA) - Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP mengumumkan, tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi atau positif COVID-19 di Pekanbaru pada Senin (6/4), namun ada satu pasien meninggal dunia.

"Yang positif COVID-19 masih tetap lima, dengan rincian satu sehat, empat masih dirawat diisolasi RSUD Arifin Achmad," kata Juru bicara Gugus Tugas COVID-9 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP di Pekanbaru, Senin.

Sebaliknya untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penambahan dibanding hari Minggu (5/4).

Dikatakan dia, hingga Senin ini PDP di Pekanbaru totalnya 72 orang dengan penambahan 12 dibanding Minggu. Ini dirinci 33 orang masih dirawat, 36 orang sehat, tiga orang meninggal.

"Hari ini satu orang PDP atas nama Tuan F (65), alamat Kelurahan Delima, Tampan meninggal dunia," katanya.

Tuan F memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia pada Februari 2020 lalu. Kemudian dia sakit dan dirawat pada 1 April 2020.

"Hasil tes cepat tuan F positif, namun hasil Plymerase Chain Reaction (PCR ) atau pemeriksaan usapan lendir (swab) dari hidung atau tenggorokan belum keluar," katanya.

Ia mengingatkan tidak selamanya hasil rapid test atau tes cepat positif itu pasti terkonfirmasi COVID-19 karena masih butuh tes PCR.

Sebab tes yang paling akurat sejauh ini yang banyak digunakan adalah PCR, sementara ini butuh waktu yang lebih lama dari rapid test, dikarenakan PCR hanya bisa dilakukan di laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah.

Ia mencatat hingga Senin (4/6) total ODP mencapai 1.765 orang atau bertambah 35 orang. Dengan rincian 212 orang selesai pemantauan, 1.553 orang masih dalam pemantauan.

Ia mengimbau, semua masyarakat tidak panik, tetapi ikut berjuang melawan COVID-19, Ikhtiar dan doa adalah kekuatan, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun, hindari keramaian, dan tetap di rumah kalau tidak penting jangan, kalau harus keluar jaga kesehatan dan pakai masker.

Baca juga: Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru batasi aktifitas jadi satu kali keberangkatan

Baca juga: Tenaga medis Riau tangani COVID-19 mulai gunakan bantuan penginapan di Hotel Aryaduta


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar