Karhutla kembali terjadi ditengah wabah COVID-19 di Inhil

id Kecamatan Kateman, Kelurahan Tagaraja, Corona Inhil, corona, Covid-19 Inhil, covid-19,karhutla inhil

Karhutla kembali terjadi ditengah wabah COVID-19 di Inhil

Pendinginan lahan yang terbakar oleh MPA. (ANTARA/Adriah)

Indragiri Hilir (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi tak kenal waktu meskitengah merebaknya wabah corona atau COVID-19 di Kelurahan Tagaraja, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Lurah Tagaraja, Kecamatam Kateman, Supiansyah, Sabtu, menuturkan masyarakat peduli api (MPA) terus berjibaku untuk memadamkan api yang terjadi tepat di depan RSUD Raja Musa.

"Semangat dan antusias masyarakat sangat baik, sebagaimana diketahui hari ini sudah hari ke enam melakukan pendinginan mulai dari 30 Maret sampai 4 April dan Alhamdulillah sudah ditangani dengan baik," ujarnya kepada Antara.

Dia mengatakan, untuk lahan terbakar di Kelurahan Tagaraja sepanjang tahun 2020 ini merupakan Karhutla terbesar yang ditanganinya.

"Ini paling besar, yang terbakar kali ini kurang lebih dua hektare lahan milik masyarakat," katanya.

Sementara itu, untuk penanganan COVID-19, Supiansyah mengatakan pihaknya telah membentuk masyarakat peduli cegah COVID-19.

"Meski terjadi karhutla, penanganan dan pencegahan COVID-19 tetap berjalan seperti yang sudah dilakukan secara rutin penyemprotan disinfektan tiga hari sekali," sebutnya.

Penyemprotan disinfektan ini dilakukan secara bersama dengan menggandeng masyarakat Tionghoa dan Pemuda Sungai Guntung maupun dari kalangan pengusaha.

"Sampai hari ini masih tetap aktif dan berperan serta dalam mencegah penyebaran COVID-19," katanya.

Supiansyah juga mengucapkan terimakasih atas kepedulian semua pihak ini.

"Saya sangat berterimakasih kepada semua kalangan khususnya antar umat beragama yang bersatu melawan musibah. Semoga musibah ini cepat berlalu," tukasnya.

Baca juga: Dua hektare lahan milik warga di Inhil terbakar

Baca juga: Kapolres bersama tim terpadu turun langsung padamkan api Karhutla di Dusun Sentosa, Inhil


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar