Penyanyi Whitney Houston akan "hidup" kembali lewat konser hologram

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, Whitney Houston

Penyanyi Whitney Houston akan "hidup" kembali lewat konser hologram

Whitney Houston tampil di 'Good Morning America' di Central Park pada 1 September 2009. (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Delapan tahun setelah kematiannya, penyanyi Whitney Houston akan "hidup" kembali dan tampil dalam rangkaian tur hologram bertajuk "An Evening With Whitney: The Whitney Houston Hologram Tour", seperti dilansir The Hollywood Reporter, Kamis.

Tur yang juga akan diproduksi oleh BASE Hologram tersebut nantinya dimulai di Inggris pada 25 Februari dan berlangsung hingga awal April. Sementara turnya di Amerika Serikat diperkirakan akan menyusul.

Baca juga: Tiket konser Dewa 19 di Bandung ludes

"Sekarang adalah waktu yang tepat.Dalam semangat Whitney, saya tahu kami melakukan hal yang benar sekarang," kata Pat Houston, ipar perempuan sekaligus mantan manajer dan produser konser itu.

Pekan lalu, sejumlah media diberikan cuplikan gladi resik "An Evening With Whitney: The Whitney Houston Hologram Tour" di Burbank, California - menampilkan Houston diproyeksikan ke bentuk hologram di atas panggung bersama penari asli dan band pendukung.

Set konser mencakup sebagian besar hit terbesarnya - "How Will I Know", "Saving All My Love For You", hingga "I Will Always Love You".

Konser yang pertama kali disusun lima tahun lalu ini menggunakan bantuan body double dan sintesis CGI yang luas.

"Kami menciptakan hologram dengan cara yang sama seperti yang dilakukan pada Carrie Fisher dalam film "Star Wars: Rogue One," kata Marty Tudor, CEO BASE Hologram, yang sebelumnya "menghidupkan" kembali penyanyi lainnya termasuk Roy Orbison dan Maria Callas.

"Prosesnya panjang, membosankan, dan rumit, tapi saya pikir itu berhasil," ujarnya lebih lanjut.

Sementara, di tur Eropa terakhir Houston, ia memiliki bagian "unplugged" dari acaranya, dengan band strip-down nan meriah dan sangat disukai oleh Houston.

Tidak lama sebelum kematiannya pada usia 48 tahun menjelang Grammy Awards 2012, dia menyatakan keinginan untuk suatu hari melakukan seluruh tur dengan cara itu, dan konsep itu menjadi model untuk konser hologram nantinya.

"Ini adalah sesuatu yang dia ingin lakukan. Saya menjadi sangat emosional menonton ini, karena itu sangat, sangat dekat dengan apa yang dia inginkan. Satu-satunya hal yang hilang adalah dia, secara fisik," kata Pat Houston.

Baca juga: Wulan Guritno akan ikut ramaikan pementasan teater musikal "Pusaran Cinta"

Baca juga: Lagu berjudul "Save My Soul" jadi album tergelap bagi Padi


Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar