Begini serunya hunting foto gerhana matahari di Siak bareng PFI Pekanbaru

id PFI Pekanbaru,pewarta foto indonesia,gerhana matahari cincin,kampung bunsur,berita riau antara,berita riau terbaru

Begini serunya hunting foto gerhana matahari di Siak bareng PFI Pekanbaru

Hunting foto gerhana matahari cincin PFI Pekanbaru di Kampung Bunsur, Siak, Riau, Kamis (26/12/2019). (ANTARA/HO-PFI Pekanbaru)

Pekanbaru (ANTARA) - Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin yang melintasi Provinsi Riau tidak disia-siakan oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru. Untuk mengabadikan momen tersebut, puluhan anggota dan jurnalis pewarta PFI Pekanbaru menggelar hunting foto bersama ke Desa Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak pada Kamis (26/12).

Rombongan yang diketuai langsung oleh Ketua PFI Pekanbaru Rian FB Anggoro menuju Desa Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, yang merupakan perlintasan Gerhana Matahari Cincin (GMC) dengan durasi terlama dan sempurna dibandingkan dengan tempat tempat lain yang ada di Indinesia.

Kegiatan Hunting Gerhana Matahari Cincin ke Desa Bunsur bertujuan untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, dan juga saling berbagi informasi teknik memotret gerhana.

Baca juga: MURI catatkan rekor kacamata terbesar gerhana matahari di Siak

Sebelumnya, pada 14 Desember lalu PFI Pekanbaru juga telah memulai rangkaian hunting foto melalui acara sharing session cara memotret GMC. Acara tersebut berlangsung di Harry Perhimpunan Gallery, Pekanbaru, dan turut dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan jurnalis, mahasiswa, penghobi foto dan anggota PFI sendiri.

Narasumber yang dihadirkan adalah pakar dari BMKG Pekanbaru dan dua anggota PFI Pekanbaru, yakni Widiarso dan Afrianto Silalahi. Sharing session tersebut mengangkat tema fenomena GMC dan cara kreatif memotretnya.

Baca juga: Gerhana matahari cincin di Siak berlangsung dengan cuaca cerah

Dengan berbekal pengetahuan dari sharing session tersebut, anggota PFI Pekanbaru berangkat ke Desa Bunsur dari Pekanbaru pada subuh sebelum matahari terbit. Lokasi Desa Bunsur berjarak sekitar 180 kilometer dari Pekanbaru. Fenomena alam itu termasuk langka sehingga perlu diabadikan sebaik mungkin, bukan hanya untuk dokumentasi, melainkan juga edukasi untuk masyarakat di masa depan.

Anggota PFI Pekanbaru mengoptimalkan peralatan yang ada dengan membuat sendiri filter matahari mulai dari kaca nako yang disusun empat hingga kaca film tiga lapis untuk meredam cahaya.

"Aku minta kaca film bekas di orang jualan plat mobil, dikasih gratis sama yang jual," kata Wahyudi, anggota PFIPekanbaruyang juga kontributor agensi AFP.

Baca juga: Nissa Sabyan puaskan ribuan penggemar di Siak usai gerhana matahari cincin

Ketua PFI Pekanbaru Rian FB Anggoro mengatakan, selain untuk mendapatkan gambar bagus untuk media massa, hunting foto bersama juga sekaligus sebagai ajang untuk menambah ilmu dan wawasan anggota PFI dan juga untuk mempererat tali silaturahmi serta kekompakan sesama anggotanya.

"Kita berangkat langsung ke Bunsur agar bisa mendapatkan hasil foto terbaik. Dan Alhamdulillah saat gerhana cuaca cerah, meski pagi harinya mendung," ujar Rian.

Ia menambahkan, PFI Pekanbaru mewakili seluruh anggota mengucapkan terima kasih kepada pihak yang membantu acara tersebut sepertiPLN UP3Pekanbaru dan APP Sinarmas, yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Foto-foto GMC dari Kampung Bunsur kini sudah tersebar luas tidak hanya di Riau, melainkan juga secara nasional dan internasional hasil jepretan anggota PFI Pekanbaru.

Baca juga: PFI Pekanbaru berbagi tips motret fenomena gerhana matahari cincin

Baca juga: Buka puasa bersama sambil membedah foto bareng PFI Pekanbaru

Baca juga: Jepret, inilah hasil foto Gubernur Riau Syamsuar ketika balik memotret fotografer Pekanbaru


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar