Susi Pudjiastuti nilai BJ Habibie adalah sosok pelopor kemerdekaan pers Tanah Air

id Berita hari ini, berita riau terkini,berita riau antara, BJ Habibie

Presiden Jokowi seusai melayat jenazah Presiden ketiga RI BJ Habibie di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis. (Rangga)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai Presiden RI ketiga BJ Habibie merupakan sosok pelopor kemerdekaan pers di Tanah Air.

"Kita berduka, ini kehilangan yang luar biasa," kata dia usai melayat ke rumah duka BJ Habibie yang terletak di Jalan Patra Kuningan XIII nomor satu, Jakarta Selatan, Kamis.

Secara pribadi, Susi mengaku mengenal sosok Wakil Presiden RI ketujuh tersebut cukup baik dengan beberapa kali pertemuannya sebelum dan sesudah menjabat sebagai menteri.

Baca juga: Kemristekdikti sebut Habibie jadi teladan bagi generasi muda bangsa Indonesia

Terakhir, ia mengaku bertemu dengan suami almarhum Hasri Ainun Besari tersebut di Batam akhir April 2019 seusai penenggelaman kapal. Pada kesempatan itu, BJ Habibie berpesan agar Susi terus bekerja keras dan melanjutkannya.

"Saya pikir itu sesuatu yang luar biasa selalu memberikan optimisme dan dukungan serta positif," ujar dia.

Menurut Susi Pudjiastuti, kepergian BJ Habibie, Indonesia akan kehilangan bapak penegak demokrasi dan kebebasan pers.

Selain Susi, sejumlah tokoh dan pejabat negara juga tampak hadir mulai dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok, Mahfud MD dan lainnya.

Sebelumnya, Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB.

Suami almarhum Hasri Ainun Besari tersebut mangkat pada usia 83 tahun dengan meninggalkan dua anak yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Baca juga: Doa Reza Rahadian atas wafatnya BJ Habibie

Baca juga: Obituari - BJ.Habibie dalam ingatan orang Gorontalo


Pewarta : Muhammad Zulfikar
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar