BMKG deteksi peningkatan jumlah titik-titik panas di Riau

id Karhutla, Riau,karhutla 2019,karhutla riau,titik panas riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Kebakaran lahan gambut di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu di Provinsi Riau pada Kamis (2/5/2019). (Foto dok. Satgas Karhutla Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan jumlah titik-titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dalam kurun waktu 48 jam terakhir.

Berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua pada Selasa pukul 16.00 WIB, BMKG menyatakan terdapat 11 titik panas yang tersebar di lima kabupaten di Riau. Jumlah itu melonjak dua kali lipat dibanding sehari sebelumnya yang hanya terdeteksi sebanyak lima titik.

"Titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Pelalawan empat titik kemudian Bengkalis tiga titik dan Rokan Hilir dua titik," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno dalam keterangan tertulisnya.

Selanjutnya satu titik panas masing-masing terpantau di Kabupaten Siak dan Kampar. Selain di Riau, sejumlah titik panas juga bermunculan di wilayah lainnya di Pulau Sumatera. Di Sumatera Selatan, BMKG mendeteksi empat titik panas, Sumatera Utara tiga titik, serta Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung masing-masing satu titik panas.

Sementara di Riau, BMKG menyatakan dari 11 titik panas, lima diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

"Titik api terdeteksi di wilayah Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing dua titik serta satu titik di Kampar," ujar Sukisno.

Satuan tugas Karhutla Provinsi Riau menyatakan turut mengantisipasi kemunculan titik-titik panas yang terdeteksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah itu sejak awal pekan ini.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur mengatakan hingga saat ini Satgas Karhutla masih terus siaga di wilayah rawan, terutama di wilayah pesisir Riau.

"Satgas terus bersiaga di wilayah rawan. Setiap ada informasi hs (hotspot/titik panas) kita tindaklanjuti dengan ground check," kata Jim.

Selain itu, Jim juga menuturkan bahwa Satgas Karhutla turut menyiagakan lima helikopter serta satu unit pesawat modifikasi cuaca yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Helikopter yang disiagakan itu diantaranya jenis Kamov KA-32, Mi8-MTV RA-22700, Mi8-MTV RA-22582, dan Sikorsky S61 N5193Y. Empat heli dari BNPB itu dipergunakan untuk operasi pengeboman air yang mampu memuntahkan 4 ton air.

Jim memastikan meskipun usai libur lebaran, tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD Riau dan instansi lainnya yang terlibat dalam Satgas Karhutla tetap menggelap operasi patroli dan penanggulangan, baik darat maupun udara. Bahkan, pada bulan Ramadhan pun tim tetap bertugas sekuat tenaga menjaga Riau bebas Karhutla.

Baca juga: Waspada, titik-titik panas di Riau muncul lagi

Baca juga: Satgas Karhutla Riau antisipasi kemunculan titik-titik panas


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar