DPRD Riau proses pergantian posisi Wakil Ketua Dewan dari Fraksi Demokrat

id DPRD RIAU,SBY,partai demokrat,pergantian pimpinan dprd riau 2019,berita riau terbaru,berita hari ini,berita riau terkini,berita riau antara

Rapat Paripurna Pengumuman pergantian Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi Demokrat. (Antaranews/Diana Syafni)

Pekanbaru (ANTARA) - DPRD Riau menggelar rapat paripurna pengumuman pergantian Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi Demokrat, Senin.

Pimpinan Sidang Sunaryo di Ruangan Paripurna DPRD Riau, membacakan Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor No.17/SK/DPP. PD/III/2019 tentang Pergantian Unsur Pimpinan (Waka) DPRD Riau, yang merekomendasikan nama Ketua DPD Demokrat Riau Asri Auzar sebagai pengganti Noviwaldy Jusman.

"Hari ini kami sudah menggelar Banmus dan Paripurna, untuk menindaklanjuti surat masuk dari partai demokrat, dengan lampiran tentang pengusulan pergantian pimpinan DPRD dari Noviwaldy Jusman kepada Asri Auzar," ujarnya usai sidang paripurna.

Baca juga: SBY dikabarkan teken surat pergantian Noviwaldy dari jabatan Wakil Ketua DPRD Riau

Dikatakan Sunaryo, pihaknya akan melanjutkan usulan pengangkatan Asri Auzar kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Provinsi Riau sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau disisa masa jabatan 2014-2019.

"Selanjutnya akan diproses dahulu di Kemendagri paling lama 14 hari kerja, kemudian baru diambil sumpah jabatan. Sementara itu, Noviwaldy masih menjadi pimpinan DPRD sampai hasil rekomendasi Mendagri keluar," tutur Politisi Partai Amanat Nasional Riau itu.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat Riau Eddy A Mohd Yatim mengatakan alasan reposisi kepemimpinan di DPRD Riau merupakan bentuk penyegaran di internal partai.

"Ini murni penyegaran di internal kami, tidak ada berkaitan dengan persoalan politik. Intinya posisi Pak Asri sebagai Ketua DPD jika menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD tentu akan mudah dan lincah melakukan konsolidiasi partai," ucapnya.

Baca juga: Gaji Guru MDA se-Riau akan dianggarkan dalam APBD provinsi, begini wacananya

Eddy juga mengatakan, jika SK dari DPP Demokrat sudah disampaikan kepada Noviwaldy Jusman sehingga seharusnya tidak ada pihak yang berkecil hati atas keputusan tersebut.

"Sama Dedet (panggilan Noviwaldy) tidak ada masalah. Dalam politik itu biasa terjadi. Lagian ini kan keputusan DPP, maka kami di DPD menjalankan apa yang sudah diusulkan DPP," ucap Anggota DPRD Riau itu.

Dalam rapat paripurna, tak nampak kehadiran Noviwaldy Jusman. Sementara Asri Auzar sendiri enggan berkomentar terkait reposisi Wakil rakyat di DPRD Riau.

"Silahkan tanya sama pak Sekretaris saja (Eddy)," ucap Asri singkat.

Baca juga: DPRD Riau fasilitasi pertemuan LAM Inhu dengan empat perusahaan

Baca juga: Anggaran UNBK SMK/SMA di Riau dipangkas jadi Rp10 M, Kok bisa?
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar