Tim SAR Temukan Korban Terakhir Kapal Tenggelam di perairan Riau

id Basarnas Pekanbaru,kapal tenggelam,warga korban tenggelam

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Kapal Tenggelam di perairan Riau

Tim SAR Gabungan menemukan Nerhak, korban terakhir dari kapal tenggelam di perairan Kepulauan Meranti, Riau. (Foto Basarnas Pekanbaru)

Pekanbaru(Antaranews Riau) - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir kapal tenggelam di perairan Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Rabu sore.

“Korban ditemukan dalam keadaan mengapung dan meninggal dunia,” kata Kepala Subseksi Operasi SAR dan Kesiap-siagaan Basarnas Pekanbaru, Jacky Chan dalam keterangan pers yang diterima Antara di Pekanbaru.

Korban yang ditemukan bernama Nerhak, 50 tahun, ditemukan pada sekitar pukul 16.15 WIB. Nerhak adalah salah satu penumpang dalam insiden kapal GT 6 yang pada tanggal 11 Februari lalu.

Baca juga: Kapal Tenggelam Lagi di Perairan Riau, Satu Korban Hilang

Tim SAR Gabungan menemukan Nerhak, korban terakhir dari kapal tenggelam di perairan Kepulauan Meranti, Riau. (Foto Basarnas Pekanbaru)


“Korban dievakuasi Tim SAR Gabungan dan dibawa ke Rumah Duka di Desa Alay,” katanya.

Sebelumnya, Kapal GT 6 tenggelam di sekitar perairan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kapal dengan rute Rupat Alay ke Pulau Batu Malaysia itu, tenggelam pada hari Senin (11/2) sekitar pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meranti, Kapal GT 6 tenggelam di titik koordinat 01 12 21.04 N - 102 36 9.76 E .

Namun, ia mengatakan penemuan korban terakhir jauh dari lokasi tenggelamnya kapal, yakni sekitar 10 nautical mil (NM) atau sekitar 18,5 kilometer.

Baca juga: Tim SAR temukan jenazah lansia tenggelam di Kuansing

Nerhak, 50 tahun, adalah satu penumpang yang saat itu belum ditemukan. Sementara itu, nakhoda kapal yang bernama Bacok (43) dan Kandar (40) selamat.

Basarnas Pekanbaru menerima informasi kapal tenggelam pada Senin petang sekitar pukul 18.45 WIB. Basarnas Pekanbaru langsung memberangkatkan satu Tim Rescue Pos SAR Bengkalis untuk melakukan pencarian dengan menggunakan Kapal Negara (KN) 411, Rubber boat, Peralatan Selam, Alat komunikasi, dan Medis.

Basarnas Pekanbaru membentuk Tim SAR Gabungan dengan unsur yang terlibat yaitu BPBD Kepulauan Meranti, Polair Bantar Mudik dan Masyarakat setempat.

Dalam dua bulan terakhir pada 2019, sudah ada dua insiden kapal tenggelam di perairan Provinsi Riau yang berbatasan dengan Selat Malaka. Insiden pertama adalah tenggelamnya apal Kargo DBS 02 dengan muatan 700 ton semen PT Semen di perairan Kabupaten Bengkalis pada 26 Januari lalu.

Saat kejadian, ada 10 penumpang di kapal tersebut terdiri dari sembilan kru dan satu orang saudara kru yang ikut berlayar, menurut keterangan Basarnas Pekanbaru.Hingga proses pencarian selama seminggu dan akhirnya dihentikan, satu korban masih belum ditemukan atas nama Dasril.

Baca juga: Petani Hilang di Waduk PLTA Koto Panjang Ditemukan Tewas

Baca juga: Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Bengkalis Dihentikan


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar