Jejak Mendiang Eka Tjipta, Pendiri Sinar Mas di Riau

id Eka Tjipta Widjaja,APP Sinar mas,sinar mas

Jejak Mendiang Eka Tjipta, Pendiri Sinar Mas di Riau

Pengumuman meninggalnya Eka TJipta Widjaja. (istimewa)

Pekanbaru (Antaranews Riau) - Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widajaja meninggal dunia pada usia 98 tahun, Sabtu 26 Januari 2019. Ia dikenal sebagai pebisnis yang ulung, dan sejumlah usaha besarnya berawal dari Provinsi Riau.

Peninggalan mendiang Eka Tjipta Widjaja di Riau di antaranya adalah Asia Pulp & Paper (APP) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Perusahaan ini memiliki pabrik besar di Kecamatan Perawang, Kabupaten Siak.

IKPP berdiri di Riau pada Maret 1984, salah satu yang terkenal adalah mesin pabrik kertas 1 milik Indah Kiat Perawang yang bisa memproduksi kayu bubur kertas kraft putih dengan kapasitas awal 250 ton/hari.

Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Konglomerat pendiri Sinar Mas wafat

Di Riau, APP kini memproduksi kertas dan tisu. Produk kertas APP merajai Indonesia, dan mancanegara.

Pada 2016, APP bahkan sudah menguasai sekitar 20 persen pangsa pasar kertas fotokopi di Jepang dan menjadi “market leader” di sana.

Selain kertas photo copy, APP di Jepang juga diperhitungkan untuk produk lain, seperti HVS cetak, kertas tissue dan toilet. Selain itu APP sedang berusaha menambah pangsa pasar untuk packaging board dan specialty grade, seperti kertas warna, dan juga produk stationery.

Baca juga: 25 Persen Kertas Fotokopi Jepang Dikuasai Oleh APP

arsip foto Sejumlah pekerja beraktivitas di bagian konverting kertas di pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper di Perawang Kabupaten Siak, Riau (ANTARA FOTO/FB Anggoro)


Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, merupakan sosok pekerja keras yang keuletannya layak menjadi pedoman bagi berbagai generasi penerus bangsa.

"Beliau orang yang sangat tekun dan pekerja keras. Beliau memulai menjalankan bisnis sejak 81 tahun yang lalu di Makassar (Sulawesi Selatan) dengan berjualan barang kelontong," kata Saleh Husin ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Menurut Saleh, beliau merupakan kepribadian yang sangat baik terhadap semua orang serta rendah hati.

Baca juga: 60 Persen Kertas Alquran Dunia Dipasok Oleh APP-Sinar Mas

Selain itu, ujar dia, Eka Tjipta merupakan guru yang sangat berhasil dalam mendidik anak-anaknya.

"Tentu kami sangat kehilangan seorang panutan . Selamat jalan Bapak Eka Tjipta Widjaja namamu akan tetap harum buat generasi penerus," paparnya.

Sebagaimana diwartakan, konglomerat yang termasuk jajaran orang terkaya di Indonesia dan pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, meninggal dunia pada Sabtu sekitar pukul 19.43 WIB.

"Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Gatot Subroto Jakarta," kata Managing Director Sinar Mas Group Gandhi Sulistyanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Kerabat memberikan penghormatan terakhir kepada Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Salah satu orang terkaya di Indonesia itu meninggal pada usia 97 tahun. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)


Menurut informasi dari Gandhi, Eka Tjipta dilahirkan dari keluarga miskin di Fujian, daerah yang terletak di Republik Rakyat China.

Pada tahun 1931, bersama ibunya dia melakukan migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menyusul ayahnya yang terlebih dahulu migrasi. Eka Tjipta berhasil membangun perusahaannya Sinar Mas Group yang bergerak di berbagai sektor bisnis, mulai properti, perkebunan, industri pengolahan, hingga keuangan.

Salah satu divisi operasionalisasi bisnis yang terkenal dari Sinar Mas Group adalah APP (Asia Pulp & Paper), yang menaungi perusahaan-perusahaan penghasil pulp dan kertas Sinar Mas.

Berdasarkan ensiklopedia dunia maya Wikipedia, APP yang beroperasi di seluruh Indonesia itu merupakan salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi sekitar 12 juta ton per tahun.

Sementara itu, Wikipedia juga menyatakan bahwa tanggal lahir Eka Tjipta adalah 27 Februari 1921, yang berarti bahwa dia meninggal dunia sekitar satu bulan sebelum mencapai usianya yang ke 98 tahun.

Baca juga: Sinar Mas Wakafkan 10.000 Al Quran

Baca juga: Dukung Asian Games Bebas Asap, Ini Kesiapan Sinar Mas dalam Upaya Pencegahannya


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar