BPBD Kampar Antisipasi Puting Beliung Susulan

id bpbd kampar, antisipasi puting, beliung susulan

BPBD Kampar Antisipasi Puting Beliung Susulan

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Riau mengantisipasi bencana puting beliung susulan setelah sebelumnya menerjang sebuah desa dan merusak puluhan rumah serta sejumlah gedung sekolah di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra kepada Antara di Pekanbaru, Jumat, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru cuaca buruk masih akan terjadi di wilayah Kampar tujuh hari ke depan.

"Sejauh ini korban puting beliung di Tapung sudah beraktivitas normal. Namun kita tetap waspada karena berdasarkan data BMKG masih ada potensi terjadi kembali," katanya.

Ia menuturkan berdasarkan pemetaan BPBD Kampar, terdapat sejumlah lokasi yang cukup rawan terjadi bencana puting beliung. Diantaranya adalah Kecamatan XIII Koto Kampar yang diapit pegunungan Bukit Barisan.

"XIII Koto Kampar merupakan pertemuan angin lembah dengan lembah. Angin yang berhembus kencang bisa membuat beliung dengan lingkaran 2-3 meter. Nantinya angin juga akan berhembus ke tempat lain seperti Bangkinang. Ini yang kita waspadai," ujarnya.

Sementara itu, Adi menjelaskan jika puting beliung yang terjadi di Kecamatan Tapung justru merupakan fenomena baru. Karena selama ini BPBD Kampar tidak melihat Tapung sebagai wilayah perlintasan angin.

"Ini menjadi data tambahan bagi kami. Menurut tetua adat Tapung memang pernah diterjang puting beliung. Tapi itu sudah sangat lama sekali," ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan BPBD Kampar juga terus berupaya mensosialisasikan potensi bencana tersebut.

Sebelumnya bencana puting beliung melanda Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar akhir pekan ini. Sedikitnya 25 unit rumah mengalami rusak yang beberapa diantaranya rusak berat setelah tertimpa pohon dan atap yang terbang diterjang angin.

Selain itu, sebanyak tiga gedung sekolah masing-masing SD Negeri 01 Muktisari, SMP 005 Muktisari, dan SD 027 mengalami kerusakan cukup parah.