Puasa Sudah Dekat, Baru 3 Kecamatan di Pekanbaru yang Laporkan Pasar Ramadan

id puasa sudah, dekat baru, 3 kecamatan, di pekanbaru, yang laporkan, pasar ramadan

Puasa Sudah Dekat, Baru 3 Kecamatan di Pekanbaru yang Laporkan Pasar Ramadan

Retmon Bensal Putra

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyebutkan bahwa dari 12 kecamatan di kota tersebut baru tiga yang melaporkan soal pasar Ramadan di kawasan masing-masing.

"Waktu sudah sangat dekat. Sampai sekarang baru tiga Kecamatan," ucap Ingot di Pekanbaru, Rabu.

Ingot menuturkan bahwa tiga Kecamatan yang telah melaporkan tersebut ialah Kecamatan Bukitraya, Marpoyan Damai serta Tenayan Raya. Hal tersebut dinilai cukup lambat mengingat waktu masuknya puasa sekitar satu minggu lagi. Oleh sebab itu ia berharap agar pihak Kecamatan untuk segera memberikan laporan soal keberadaan pasar Ramadan tersebut. Pasalnya hal ini berkenaan dengan pembuatan serta penyusunan jadwal dari Disperindag dan BPPOM serta Diskes Pekanbaru untuk melakukan pantauan terkait keamanan serta kesehatan dari makanan yang dijual di Pasar Ramadan tersebut.

Ingot menambahkan bahwa sejauh ini juga tidak ada aturan yang berbeda terkait keberadaan pasar Ramadan tersebut jika diandngkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya ialah soal waktu yang diizinkan untuk mulai berjualan ialah dari pukul empat hingga enam sore. Selain itu, alasan dari pelaporan tersebut ialah masalah koordinasi yang akan dilakukan oleh pihak Disperindag dengan Dinas Perhubungan soal lalu lintas soal kemacetan serta Pihak Satpol PP soal pengamanan.

"Banyak pihak terkait dalam pasar Ramadan ini. Kalau ditunda-tunda takutnya akan jadi masalah," imbuhnya.

Selain itu, untuk pihak Kelurahan juga diimbau untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang ingin berjualan di pasar Ramadan tersebut. Pasalnya keberadaan pasar Ramadan yang rentan akan kemacetan diharapkan tidak mengganggu jalannya ibadah puasa dari masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah, pihak kelurahan juga dinilai ikut bertanggung jawab terhadap keberadaan pasar Ramadan tersebut nantinya.

Ingot menilai bahwa keberadaan pasar Ramadan tersebut seolah telah menjadi tradisi dikalangan masyarakat. Bukan hanya di Pekanbaru saja, namun hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Kendati demikian, ia berharap agar pasar Ramadan tersebut tidak lantas menjadi masalah yang justru mengganggu ibadah puasa masyarakat.

"Kan tujuannya baik. Kalau sempat mengganggu kan sayang juga," tukasnya.