Hampir Setahun Tak Terlihat, Fidel Castro Kembali Muncul di Publik

id hampir setahun, tak terlihat, fidel castro, kembali muncul, di publik

Hampir Setahun Tak Terlihat, Fidel Castro Kembali Muncul di Publik

Havana (Antarariau.com) - Mantan Presiden Kuba Fidel Castro (89 tahun), muncul di depan umum, hal yang jarang dilakukannya dalam kegiatan di luar rumah saat mengunjungi sebuah sekolah, Kamis (Jumat WIB).

Televisi pemerintah menyiarkan gambar Castro yang memelihara jenggot lebat berwarna abu-abu ketika sedang berbincang dengan beberapa murid dan guru di sekolah bernama Vilma Espin.

Vilma Espin diambil dari nama saudara ipar perempuan Castro yang meninggalkan pada 2007 saat berusia 77 tahun.

"Saya yakin bahwa pada hari ini seperti ini, Vilma akan gembira," kata pemimpin revolusi Kuba pada 1959 itu seperti dikutip Reuters.

Espin meninggalkan kehidupan nyaman untuk bergabung bersama Castro melawan Fulgencio Batista, penguasa Kuba ketika itu yang didukung AS.

Espin kemudian menikah dengan Raul, adik Castro yang saat ini menjabat Presiden Kuba.

"Setiap orang yang meninggal untuk revolusi meninggalkan energi bagi mereka yang ditinggalkan, mereka juga meninggalkan kerja keras dan semangat perjuangan," kata Castro yang mengenakan jaket olahraga berwarna putih.

Pada Agustus mendatang, Castro akan genap berusia 90 tahun.

Castro menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul pada 2008 setelah lama sakit. Kemunculan Castro di muka umum hanya berselang satu minggu setelah ia mengecam kunjungan bersejarah Presiden AS Barack Obama.

Dalam kunjungan tersebut, Obama tidak bertemu Castro, meski sebelumnya ia sering muncul berfoto bersama tamu asing di rumahnya.

Terakhir kali televisi milik pemerintah menyiarkan kunjungan Castro ke Kementerian Pertahanan pada Juli 2015 lalu.

Minggu depan, Partai Komunis Kuba yang didirikan Castro dan dipimpinnya sampai delapan tahun lalu, dijadwalkan menggelar kongres lima tahunan untuk menentukan arah pembangunan ekonomi dan politik negara.

Masyarakat Kuba saat ini sedang menanti apakah kongres tersebut akan memberikan arah tentang siapa yang akan memimpin negara setelah Raul Castro memenuhi janjinya untuk mengundurkan dari jabatan presiden pada 2018 mendatang.