Asian Agri Bina 8.782 Hektare Sawit Petani

id asian agri, bina 8782, hektare sawit petani

Asian Agri Bina 8.782 Hektare Sawit Petani

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Asian Agri menyatakan luas areal perkebunan kelapa sawit yang merupakan lahan milik para pentani pada tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Riau dan Jambi yang meengikuti program binaan mereka sebanyak 8.782 hektare (ha).

"Sampai Juli 2014, sudah 8.782 ha yang kami bina dan merupakan milik petani. Jumlah itu terdiri dari Sumatera Utara sebanyak 3.109 ha, kemudian Riau 3.590 ha dan Jambi seluas 2.083 hektare," ujar Head Corporate Social Responsibility Asian Agri Rafmen di Pekanbaru, Selasa.

Produktifitas kebun sawit dengan cara swadaya milik para petani tersebut, lanjutnya, mampu menghasilkan tandan buah segar dengan rata-rata sekitar 15 ton per hektare per tahun dan bahkan untuk kebut sawit plasma di atas 20 ton per hektara per tahun.

Namun perkebunan sawit milik masyarakat pada tiga provinsi di Pulau Sumatera itu, masih memiliki kendala seperti ditemukannya pemakian bibit palsu, kemudian jarang dilakukan pemupukan dan insfratruktur jalan.

"Kondisinya petani swadaya masih memiliki kelemahan yaitu bibit yang salah, lalu jarang di pupuk, infrastruktur jelek dan masih ditemukan sistem ijon. Kondisi ini cukup memprihatinkan, tapi inilah yang membuat kami melakukan pembinaan," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Asain Agri sebagai perusahaan perkebunan swasta nasional telah melakukan pendataan, pemetaan dan pembentukan kelompok para tani yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah serta pelatihan manfaat berkelompok antar Koperasi Unit Desa (KUD).

Hal tersebut dilakukan pihaknya sebagai bentuk fasilitasi permasalahan para petani termasuk dengan menyediakan sarana seperti balai pertemuan, perbaikan jalan, jembatan untuk yang bersentuhan langsung dengan petani.

"Kami juga menyiapkan dalam pengadaan pupuk dan bibit sawit. Dengan bibit unggul yang kami miliki yakni Topas, makan sudah menjamin produktifitas kelapa sawit bisa sampai berusia 25 tahun," ucap Rafmen.

Sunarto, Ketua KUD Birawabhakti sebagai mitra Asian Agri di Pelalawan, Riau, mengatakan, pihak mengenal perusahaan tersebut dari PT Indosawit Subur dengan diajari cara melakukan pemupukan, pembibitan dan lain-lain lewat program transmigrasi tahun 1991 di kebun Buatan.

"Bersama 500 kepala keluarga yang menggarap lahan 1.000 hektare dan saya diajari dengan mendapatkan gaji Rp500 per hari. Jadi belum menerima sawit karena masih tahap tanam dan kalau sekarang luas kebun saya sekitar 18 hektare," katanya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Perkebunan Provinsi Riau sampai dengan April 2014 menyebutkan, luas areal lahan untuk perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut berjumlah sekitar 2.372.401 hektare.

Luas tersebut terdiri dari kebun kelapa sawit milik rakyat di Riau seluas 1.315.230 hektare atau 55,4 persen, kemudian milik swasta 977.625 hektare atau 41,2 persen dan miliki pemerintah 79.546 hektare atau 3,4 persen.