BKD Siak dorong penerapan QRIS untuk tiket wisata

id BKD, Siak, QRIS, Wisata

BKD Siak dorong penerapan QRIS untuk tiket wisata

Istana Siak. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Siak (ANTARA) - Badan Keuangan Daerah Kabupaten Siak terus berupaya mendorong penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada destinasi pariwisata di daerah setempat dalam hal menjual tiket masuknya yang sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Namun saat ini belum maksimal dalam hal pelaksanaan karena ada beberapa kendala teknis. Saat ini sedang dilakukan upaya mengatasi permasalahan teknis tersebut agar ke depan bisa lebih dimaksimalkan.

"Terkait kendala dan alasan belum maksimal karena belum tersedia perangkat android untuk petugas loket yang bisa memonitor transaksi. Juga belum tersosialisasi secara maksimal baik ke pengunjung atau masyarakat maupun ke petugas di loket, " kata Kepala BKD Siak, Budhi Yuwono.

Dia mengaku sudah mengkomunikasikan ke pihak QRIS Bank Riau Kepri untuk menyediakan perangkat android untuk masing-masing lokasi. Juga meminta untuk merubah barcode qris sebelumnya, namun dari pihak BRK ada kendala migrasi sistem dari bank konvensional ke Syariah.

"Jadi menunggu proses transisi mereka selesai. Kita juga meminta pihak BRK menyiapkan program promosi untuk menarik pengunjung agar mau menggunakan QRIS transaksi beli tiket," ujar Budhi.

Sementara Dinas Pariwisata Kabupten Siak mengaku sudah mendorong pelaku usaha di bidang objek wisata, kuliner dan penginapan melakukan digitalisasi usaha agar transaksi bisa dilakukan secara non tunai. Bahkan diharapkan wisatawan bisa melakukan pesanan sebelum ke lokasi.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dispar Siak, Paula Chandra menyampaikan bahwa di era industri 4.0 saat ini digitalisasi usaha sangat diperlukan. Dengan begitu, segala informasi tentang produk dan jasa bisa diakses oleh pengguna dengan menggunakan platform digital.

"Seperti misalkan untuk memesan hotel atau membeli tiket tempat wisata orang tidak harus datang dulu ke hotel tujuan atau lokasi wisata. Semua sudah bisa dilakukan secara daring," katanya.

Demikian juga lanjutnya dengan cara pembayaran berbelanja atau membayar makanan dan minuman di restoran, kafe atau pun rumah makan. Pembeli tidak perlu lagi membawa uang tunai sehingga perubahan perilaku konsumen saat ini diikuti. (infotorial)