Gubernur Papua apresiasi Polri tangkap 11 orang terduga teroris

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Papua

Gubernur Papua apresiasi Polri tangkap 11 orang terduga teroris

Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe mengapresiasi jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang berhasil menangkap 11 orang terduga teroris di Kabupaten Merauke, Papua.

"Gubernur Papua meminta jajaran Densus 88 Antiteror Polri untuk mengintensifikasi 'mapping' dan pengembangan lebih luas di sejumlah wilayah Papua, baik yang menjadi daerah transit, daerah tempat tinggal maupun daerah yang menjadi sasaran serangan kelompok teroris," katanya di Jayapura, Selasa.

Baca juga: Mahfud tegaskan aparat keamanan akan kejar terus KKB yang melakukan teror di Papua

Menurut dia, Gubernur Papua berharap Polri, BNPT, dan BIN selalu mengedepankan upaya preventif melalui program-program unggulan yang dimiliki setiap instansi dalam melakukan deradikalisasi secara berkesinambungan.

"Gubernur Papua meminta instansi terkait untuk melakukan rehabilitasi dan pembinaan terhadap keluarga teroris yang ditangkap di Merauke," ujarnya.

Dia menjelaskan Gubernur Papua mengimbau seluruh pemuka agama di Tanah Papua untuk terus menabur nilai-nilai kemanusiaan dan kasih kepada jemaat di lingkungannya.

"Gubernur Lukas Enembe percaya bahwa peran pemuka agama sangat strategis dalam mencegah aksi-aksi radikal demi terjaganya keutuhan NKRI," katanya.

Dia menambahkan Gubernur Papua meminta warga untuk membantu aparat dengan melakukan deteksi dini di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

"Dengan melakukan intensifikasi pencegahan melalui deteksi dini, maka diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara warga dan aparat demi mewujudkan rasa aman dan rasa nyaman di wilayahnya," ujarnya lagi.

Baca juga: Kronologi dua anggota Yonif Linud 432 Kostrad di Papua

Baca juga: Teroris Poso diduga bunuh empat petani dan merampok


Pewarta: Hendrina Dian Kandipi