Pemkab Bengkalis terima hibah tujuh hektare lahan

id pemkab bengkalis,bengkalis, wabup bengkalis

Pemkab Bengkalis terima hibah tujuh hektare lahan

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso didampingi Camat Bandar Laksamana Acil Esino meninjau lahan yang dihibahkan kepada Pemkab Bengkalis di Kecamatan Bandar Laksamana. (ANTARA/Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menerima hibah tujuh hektar lahan untuk pembangunam infrastruktur di Kecamatan Bandar Laksamana.

Dari tujuh hektare tersebut, dua hektare dari hibah masyarakat diperuntukkan untuk pembangunan embung guna mengantisipasi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) dan lima hektare merupakan aset dari PT Tobe Indah

Camat Bandar Laksama AcilEsyno menyebut tanah 5 hektar tersebut bakal diusulkan untuk dijadikanTempat Pembuangan Akhir (TPA)di Kecamatan Bandar Laksamana.

“Ini memang menjadi polemik bagi masyarakat, karena lahan ini memang tidak terurus dan mudah terbakar. Jadi kami mohon pihak terkait dapat memberikan penjelasan terhadap lahan yang diusulkan menjadi TPA Kecamatan Bandar Laksamana,” pungkas Acil, Senin (10/5).

Wabup Bengkalis Bagus Santoso mengucapkan terimakasih kepada jajaran PT Tobe Indah dan masyarakat yang telah bersedia menghibahkan asetnya kepada Pemkab Bengkalis untuk kepentingan masyarakat Kecamatan Bandar Lakasamana.

“Saya berharap kedepannya kerjasama Pemkab Bengkalis dengan perusahaan tetap terjalin dengan baik, sehingga sama-sama berguna bagi masyarakat Bengkalis," terang Wabup.

Ke depan Pemkab Bengkalis bakal mengkaji terkait lokasi yang diusulkan untuk dijadikan TPA.

“ini akan kita runut bagaimana lahan ini akan kita berdayakan, dimana ada kita dengar konsep dari DLH untuk dijadikan TPA bagi Kecamatan Bandar Laksamana,” ucap Bagus Santoso.

Sementara itu terkait pembangunan embung, Wabup meminta berkas yang telah dihibahkan sejak 3 tahun lalu ini segera dilacak guna persiapan pembangunan embung.

Selain itu, Wide Fund for Nature (WWF) juga memberikan bantuan yang besar bagi Pemkab untuk pemberdayaan lahan guna menjaga api dengan menanam kayu alam, kopi liberika dan sagu.

“Ini adalah konsep yang saling mengisi. Ada embung, ada TPA dan juga ada WWF yang peduli untuk mengamankan hutan ini dari api dengan memberikan pemberdayaan penanam baik kopi, sagu maupun tanaman hutan,” lanjutnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar