Jakarta Pusat lakukan uji coba 10 sekolah belajar tatap muka

id Berita hari ini, berita riau antara, berita riau terbaru, sekolah

Jakarta Pusat lakukan uji coba 10 sekolah belajar tatap muka

Wali Kota Dhany Sukma saat meninjau sekolah tatap muka di SMKN 2 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021). (ANTARA/Mentari Dwi)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Kota Jakarta Pusat melakukan uji coba kegiatan belajar tatap muka di sepuluh sekolah mulai Rabu, 7 April hingga 29 April 2021.

Kesepuluh sekolah tersebut, yakni SDN Cideng 07, SDN Petojo Utara 05 Gambir, SMKN 16 Jakarta, SMKN 2 Jakarta, Sekolah PKBM Negeri 01 Kebon Kosong, SMP Mahatma Gandi School Sawah Besar, SDN Kenari 08, SDN Rawasari 05 Pagi, SMKN 44 Kemayoran dan SMA Gandhi School Kemayoran.

Baca juga: Kota Bekasi izinkan 110 sekolah gelar belajar tatap muka

Wali Kota Dhany Sukma mengatakan sepuluh sekolah tersebut menjadi percontohan (piloting) dalam uji coba kegiatan belajar tatap muka, yang nantinya akan diterapkan dari segi protokol kesehatan di sekolah lainnya.

"Terkait dengan rencana sekolah tatap muka langsung di Jakarta Pusat, ada sepuluh sekolah yang direkomendasikan untuk menjadi 'piloting', salah satunya adalah SMK 2 Gambir yang saat ini kita laksanakan," kata Dhany saat meninjau sekolah tatap muka di SMKN 2 Gambir Jakarta Pusat, Rabu.

Dhany menjelaskan setelah uji coba sekolah tatap muka selesai pada 29 April 2021, nantinya dievaluasi untuk kemudian ditentukan "prototype" protokol kesehatan saat memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

Dari hasil peninjauannya, Dhany menjelaskan bahwa protokol kesehatan di SMKN 2 Jakarta telah diterapkan, dari mulai siswa diwajibkan sarapan dari rumah, membawa bekal, menggunakan masker dan "hand sanitizer", pengecekan suhu saat masuk sekolah, mencuci tangan hingga pengaturan jarak tempat duduk antarsiswa.

"Di dalam kelas tidak terlalu banyak, rata-rata hanya 9 orang dari setiap kelas. Sisanya dilakukan melalui daring" kata dia.

Adapun kegiatan belajar di SMKN 2 Jakarta hanya diperuntukkan bagi siswa kelas XII, mengingat siswa akan mengambil uji sertifikasi.

Selain itu, mata pelajaran dalam sekolah tatap muka juga diutamakan yang sesuai dengan jurusan masing-masing, sedangkan mata pelajaran dasar seperti Matematika, Bahasa Indonesia dan lainnya masih dilakukan secara jarak jauh.

Baca juga: Pemprov DKI masih bahas secara intensif terkait opsi sekolah tatap muka

Baca juga: Nihil COVID-19, Disdik Pekanbaru perluas sekolah tatap muka


Pewarta: Mentari Dwi Gayati