Pelaku UMKM optimistis memandang prospek bisnis tahun 2021

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, UKM

Pelaku UMKM optimistis memandang prospek bisnis tahun 2021

Ilustrasi - Perajin sepatu cetak bahan alami (ecoprint) mengunggah foto produknya di pasar digital di rumah produksi Madukara, Malang, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp)

Jakarta (ANTARA) - Pelaku UMKM memandang tahun 2021 dengan perasaan optimistis bahwa bisnis UMKM akan mengalami peningkatan atau bahkan minimal tetap berjalan seperti biasa di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan mengatakan, berdasarkan Laporan Indeks Keyakinan UKM Digital Kuartal IV tahun 2020 sebanyak 35,1 persen bersikap optimistis bahwa bisnis mereka akan mengalami peningkatan atau setidaknya tetap berjalan normal pada tahun 2021.

Baca juga: Pelaku UKM butuh bimbingan digital dalam mengembangkan SDM di tengah pandemi

"Sebanyak 20 persen pelaku UMKM merasa dari kuartal IV tahun 2020 sampai dengan kuartal I 2021 prospek bisnis UMKM akan berjalan seperti biasa," ujar Jonathan dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Hal ini dikarenakan pada kuartal IV 2020 sudah lebih stabil dibandingkan kuartal II dan III tahun 2020. Kemudian sebagian besar para pelaku UMKM sudah bisa beradaptasi dengan adaptasi kebiasaan baru.

"Di sisi lainnya sekitar 15 persen pelaku UMKM menilai bisnis mereka diperkirakan akan mengalami peningkatan pada tahun 2021," kata Jonathan.

KoinWorks melihat 15 persen pelaku UMKM tersebut bisnisnya sudah beradaptasi lebih cepat dan mereka sudah memiliki banyak kanal penjualan yang bisa digunakan sehingga para pelaku UMKM tersebut yakin dapat mengalami pertumbuhan pada 2021.

"Para pelaku UMKM yang menilai bahwa bisnis mereka akan meningkat pada tahun ini, penjualannya dalam tiga bulan terakhir telah mengalami peningkatan. Ini merupakan faktor pertama yang kita lihat sebagai sikap optimistis pelaku UMKM," ujar Chief Marketing Officer KoinWorks tersebut.

Faktor berikutnya adalah secara mendasar adaptasi kebiasaan baru sudah diterima sebagai bagian dari aktivitas rutin pelaku UMKM, sehingga para pelaku UMKM sudah bisa menyesuaikan bisnisnya sesuai dengan kondisi saat ini.

Menurut Laporan Indeks Keyakinan UKM Digital yang dirilis oleh KoinWorks, para pelaku UMKM diperkirakan cenderung berinovasi untuk mendapatkan pertumbuhan bisnis pada akhir tahun 2020 dan awal 2021.

Pandemi Covid-19 telah memaksa para pelaku bisnis untuk berpikir kreatif dan inovatif, dan hal ini menyebabkan banyak bisnis rumahan bermunculan selama pandemi tersebut. Di samping itu pelaku UMKM juga akan menambah produk dan layanan baru, menggunakan berbagai kanal online seperti media sosial untuk memaksimalkan tujuan promosi pada tahun ini.

Pada tahun 2020 lalu KoinWorks melakukan penelitian Indeks Keyakinan UMKM Digital atau Digital SMEs Business Confidence kepada 1.188 pelaku UKM di Indonesia sebagai respondennya. Penelitian tersebut bertujuan untuk memperoleh pandangan pemilik UMKM tentang bagaimana mereka menghadapi lingkungan bisnis selama tahun pandemi 2020, faktor-faktor yang memengaruhi tindakan mereka, serta pandangan mereka terhadap bisnis setelah pandemi.

Baca juga: Jaringan komunikasi sangat penting untuk pemberdayaan ekonomi pekerja migran

Baca juga: Pemprov Riau usulkan 40 ribu UKM dapatkan bantuan pemerintah pusat


Pewarta: Aji Cakti