Meski menurun, COVID-19 Pekanbaru masih tertinggi di Riau

id Covid-19, dinkes riau, corona riau

Meski menurun, COVID-19 Pekanbaru masih tertinggi di Riau

Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir.(Arsip Antaranews)

Pekanbaru (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Pekanbaru mulai mengalami penurunan namun masih tertinggi dibanding kabupaten/kota lainnya, yakni 92 orang dari total9.530 yang sudah terpapar virus tersebut.

"Pekanbaru masih tertinggi penambahan kasusnya. Tapi hari ini menurun bila dibandingkan hari sebelumnya. Mudah-mudahan bisa terus berkurang penambahan kasus positif di Pekanbaru,"Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Jumat (27/11).

Ia mengatakan secara keseluruhan penambahan kasus positif di Riau, masih di atas 200 kasus, yakni 261 sehingga total 19.556. Di bawah Pekanbaru menyusulKota Dumai dengan penambahan 40 kasus sehingga total 1.822.

Selanjutnya, penambahan positif ada di Kabupaten Indragiri Hulu 27 kasus, Kampar 26, Siak 20, Rokan Hilir 18, Bengkalis 17, Rokan Hulu 12. Selanjutnya Pelalawan tiga kasus, Kepulauan Meranti dan Kuansing satu kasus.

Satu-satunya Kabupaten yang tidak terdapat penambahan kasus positif Kabupaten Indragiri Hilir. "Untuk di Kota Dumai memang hari ini cukup tinggi penambahan, 40 kasus, dan Kabupaten Inhil, nihil penambahan kasus positif,” sambung Mimi.

Sedangkan untuk pasien yang sembuh dan pulang juga masih terusbertambah sebanyak 174 kasus, total 16.949 orang yang sembuh dan pulang. Sementaraitu, untuk pasien yang meninggal dunia untuk hari ini cukup banyak, bila dibandingkan hari-hari sebelumnya yakni bertambah 8 orang meninggal dunia.

Total sudah 436 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Menurut Mimi pasien yang meninggal, masih dari faktor umur dan penyakit penyerta.

“Rata-rata yang berusia di atas 55 tahun bahkan ada yang berusia di atas 70 tahun. Ada juga pasien yang meninggal, disertai dengan penyakit lainnya," ujarnya.

Baca juga: 16.247 orang di Riau sudah sembuh dari COVID-19

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar