Taman Syarifah Sembilan Sungai Apit ramai dikunjungi usai diresmikan

id RTH. Taman. Syarifah Sembilan. Sungai Apit.,Syarifah sembilan,Ziak, berita siak

Taman Syarifah Sembilan Sungai Apit ramai dikunjungi usai diresmikan

Bupati Siak bersama rombongan menikmati suasana di Taman Syarifah Sembilan Sungai Apit.(ANTARA/HO-Pemkab Siak.)

Siak (ANTARA) - Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Sungai Apit yang diberi nama Taman Syarifah Sembilankini tampak ramai dikunjungi masyarakat termasuk Bupati Siak yang datang kembali setelah diresmikan Minggu (19/09).

"Setelah diresmikan saya belum sempat menikmati taman ini, karena setelah meresmikan kemarin itu saya langsung ke Lalang, dan hari ini kami ke sini lagi," kata Alfedri, Selasa.

Ia mengaku, saat pertama kali sampai suasananya sangat menyenangkan dengan tamanberdiri gagah di pusat ibu kota kecamatan, posisi yang strategis dekat di pinggiran sungai Siak. Tidakpernah terbayangkan saat ia pernah bertugas di Sungai Apit dari 1989-1996 akan ada taman secantik dan seindah sekarang ini.

Mantan Kaur Kantor Camat Sungai Apit ini menuturkan, pembangunan taman tersebut menelan biaya sebesar Rp1,5 miliar. Lokasi taman tersebut berada di bekas kantor camat lama. Lengkungan seperti Opera House di Sidney Australia semakin menambah cantik taman tersebut.

"Dengan adanya ruang terbuka publik untuk masyarakat Sungai Apit ini. Tentu ini bisa menjadi daya tarik sendiri orang yang datang ke sini, bukan hanya orang Sungai Apit saja, melainkan orang luar juga datang," katanya.

Terkait pengambilan nama taman Syarifah Sembilan itu, Alfedri mengatakan semoga bisa mengenang perjuangan Syarifah Sembilan yang merupakan srikandi saat di kerajaan Siak dulu. Syarifah Sembilan ini berjuang mengadang Portugis di Kuala Sungai Siak.

"Di sini juga sudah ada tempat pentas seni yang nantinya bisa dibuat hiburan. Kalau nanti bisa dibuat juga car free day atau car free night malam minggu nantinya," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, ke depan tempat ini bisa menjadi tempat perputaran ekonomi masyarakat, dengan menjual kuliner, cinderamata atau transportasi. Ini tentu bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, ditambah lagi ada dukungan turap di tepi sungai Siak, yang tentu saat ini sudah bagus dan menarik.

Alfedri bersama rombongan di sana duduk memesan jagung bakar, pisang coklat, bakso bakar dan lainnya. Pedagang bakso bakar bernama, Eti bercerita ke Alfedri, bahwa sejak taman ini siap dan pengunjung mulai ramai, dagangannya sudah mulai ramai yang membeli.

"Alhamdulillah pak, yang datang di taman ini sudah ramai, dagangan kami banyak yang laku. Kami pun berjualan disini nyaman," kata Eti.

Baca juga: Ini sejarah Syarifah Sembilan, taman baru diresmikan di Sungai Apit

Baca juga: Diinisiasi Alfedri, Ponpes Hadist pertama Riau lahir di Siak


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar