Biocon India kantongi izin penggunaan obat Itolizumab bagi pasien COVID-19

id Berita hari ini, berita riau terbaru,berita riau antara,obat COVID-19

Biocon India kantongi izin penggunaan obat Itolizumab bagi pasien COVID-19

Ilustrasi - Obat-obatan. (ANTARA/Shutterstock/am.)

New Delhi (ANTARA) - Perusahaan biofarmasi India Biocon mengantongi izin penggunaan obat Itolizumab pada pasien COVID-19 dengan kondisi sedang hingga parah, menurut perusahaan itu melalui pernyataan, Sabtu (11/7).

Obat yang juga digunakan untuk mengobati penyakit kulit psoriasis itu disetujui penggunaannya di India oleh Drug Controller General of India (DCGI).

Baca juga: Donald Trump pertama kalinya gunakan masker saat kunjungi faskes militer

"Uji coba acak pada satu kelompok yang diteliti mengindikasikan bahwa seluruh pasien yang diobati dengan Itolizumab memberikan respons yang positif dan pulih," kata Kiran Mazumdar-Shaw, pemimpin perusahaan.

Kelompok lainnya yang tidak menerima Itolizumab sayangnya berujung pada kematian, katanya.

Ia menambahkan bahwa obat "kelas satu" tersebut akan menyelamatkan nyawa sekaligus membantu mengurangi tingkat kematian di India.

Studi klinis pada penggunaan Itolizumab sedang diamati secara cermat saat negara-negara di dunia sedang berlomba menemukan pengobatan untuk penyakit virus corona jenis baru (COVID-19), yang di India menginfeksi 820.000 orang lebih dan menyebabkan lebih dari 22.000 orang meninggal.

India mengonfirmasi 27.114 kasus COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Negara Asia Selatan itu menjadi wabah terparah ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Brazil.

DGCI awal Juli ini memberikan lampu hijau bagi perusahaan farmasi Zydus Cadila untuk memulai tahap awal dan tahap dua uji klinis calon vaksin COVID-19 pada manusia. COVAXIN buatan Bharat Biotech, yang berbasis di Hyderabad, juga mendapatkan restu untuk melakukan uji coba.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 hasil "swab test" di RSD Wisma Atlet bertambah 14 orang

Baca juga: Michelle Bolsonaro, istri Presiden Brazil, dan dua putrinya dinyatakan negatif Corona


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari