Mainkan Talempong, Kasmarni pukau penonton di acara seni lintas budaya

id Pemkab Bengkalis,kasmarni

Mainkan Talempong,  Kasmarni pukau penonton di acara seni lintas budaya

Tokoh perempuan Bengkalis Kasmarni memainkan alat musik talempong di acara seni budaya.

Bengkalis (ANTARA) - Siapa yang menyangka tokoh perempuan Bengkalis Kasmarni dalam memainkan alat musik talempong mendapat acungan jempol dan memukau penonton dalam acara kreasi milenialdi malam seni memangku tradisi yang digelar G3C Duri, Jumat (10/7) malam.

Kasmarni sendiri di daulat memainkan talempong untuk membuka malam seni lintas suku budaya. Pukulan talempong Kasmarni yang berirama layaknya profesional juga mendapat antusias dari para milenial.

"Ini kegiatan positif yang perlu dilestarikan dan dibudayakan. Mudah-mudahan bisa menjadi kegiatan tahunan. Hidup milenial," ujar Kasmarni memberi semangat.

Kasmarni juga menyampaikan bahwa seni dan budaya tak bisa dilepas dari tatanan kehidupan sehari hari. Namun perbedaan seni dan budaya itu malah menjadi penyatu suku bangsa ini.

"Boleh beda. Tapi tetap satu . Bhinneka tunggal ika," pungkas Kasmarni.

Sementara itu, musik Tambua khas Sumatera Barat mengawali malam seni itu. Pukulan tambua yang apik memukau menonton. Kasmarni pun terlihat larut dalam semarak malam seni itu.

Tari Rentak Bujang Dara melanjutkan malam seni itu. Tak kalah memukau, bujang dara menarik di iringi musik dan nyanyian yang langsung di bawakan G3C.

Nyanyian Jaso Mande dari Sumatera Barat melanjutkan kemeriahan acara itu. Disusul tarian Tor Tor dari Sumatera Utara yang tak kalah meriahnya. Kasmarni menotor bersama dengan para milenial menambah semaraknya acara.

Tak ingin hanya melihat tampilan milenial, Kasmarni akhirnya pun didaulat untuk menampillan bakat seninya. Memilih lagu "Kangen" Dewa18, penampilan Kasmarni mampu memukau milenial. Semua berkoar bernyanyi bersama Kasmarni sembari melambaikan tangan. Layaknya sebuah konser.

Baca juga: Hormati keputusan DPP, Dukungan PAN ke Kasmarni-Bagus sudah final

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar