Bayi kembar tiga di Meksiko terkonfirmasi positif COVID-19, namun orang tuanya negatif

id Berita hari ini, berita riau terbaru,berita riau antara, corona

Bayi kembar tiga di Meksiko terkonfirmasi positif COVID-19, namun orang tuanya negatif

Perawat menunjukkan bayi baru lahir yang menggunakan pelindung wajah ditengah pandemi virus corona (COVID-19) di rumah sakit Praram 9, Bangkok, Thailand, Kamis (9/4/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/AWW/djo)

Mexico City (ANTARA) - Otoritas kesehatan Meksiko sedang berusaha memahami bagaimana anak kembar tiga yang baru lahir bisa tertular virus corona meski tidak ada satu pun dari orang tua mereka yang dinyatakan positif COVID-19.

Otoritas kesehatan menyebutnya kasus "yang belum pernah terjadi."

Baca juga: Presiden Joko Widodo bertolak ke Surabaya tinjau posko COVID-19

Kembar tiga, satu perempuan dan dua laki-laki, dilakukan tes COVID-19 empat jam setelah lahir dalam usia kandungan 7,5 bulan pekan lalu di Negara Bagian San Luis Potosi, menurut otoritas.

Sebelumnya otoritas kesehatan menyebutkan bahwa sang ibu diyakini sebagai pembawa virus tanpa gejala. Namun hasil tesnya menunjukkan bahwa ia maupun

suaminya tidak terinfeksi COVID-19.

"Hasil tes orang tua negatif, itu yang menjadi perhatian kami," kata Monica Rangel, menteri kesehatan setempat saat konferensi pers pada Selasa.

"Kami sejak kemarin secara khusus meminta ... agar ada kelompok para ahli yang menyelidiki kasus tersebut."

Dua dari tiga bayi itu lahir pada 17 Juni dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala COVID-19, kata dokter yang merawat. Sementara bayi ketiga mengalami pneumonia namun kondisinya stabil.

Rangel mengatakan si kembar tiga akan tetap dirawat di rumah sakit dan di bawah pengawasan.

Meksiko melaporkan lebih dari 190.000 kasus COVID-19 dengan 23.377 kematian, menjadikannya negara ketujuh dengan kematian tertinggi akibat virus corona di dunia.

Baca juga: Di Brazil dalam sehari, jumlah kasus COVID-19 bertambah 42.725 orang

Baca juga: Kematian akibat virus corona lampaui 100.000 orang di Amerika Latin


Sumber: Reuters

Pewarta : Asri Mayang Sari