RSUD Siak rawat satu pasien suspek COVID-19 dari Pelalawan

id corona siak, corona riau, corona pekanbaru

RSUD Siak rawat satu pasien suspek COVID-19 dari Pelalawan

Ilustrasi RSUD Tengku Rafian Siak. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Siak (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian diketahui merawat satu orang pasien dalam pengawasan virus COVID-19 yang merupakan kiriman dari Pelalawan usai tempat rujukan di Kota Pekanbaru dinyatakan penuh.

"Ada satu orang dikirim dari Pelalawan, dirujuk ke provinsi tidak ada tempat, Makanya di sini dirawat, menunggu persiapan di Pelalawan, setelah siap akan diberikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Siak, Toni Chandra, Jumat.

Menurutnya pasien tersebut pulang dari Ibadah Umroh dan mengalami gejala demam dan batuk. Untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium apakah yang bersangkutan positif Virus COVID-19.

Hal tersebut dikatakannya usai rapat penanggulangan virus tersebut bersama gugus tugas penanganan di Siak. Menurutnya RSUD Tengku Rafian Siak dalam hal ini hanya menyiapkan dua tempat tidur virus itu.

Oleh karena itu dia mengusulkan agar asrama haji dipergunakan juga sebagai ruang isolasi. Pasalnya saat ini banyak masyarakat yang khawatir rumah sakit Siak itu dirawat pasien terkait Virus COVID-19.

Terkait dikirimnya pasien dari Pelalawan, kata dia, seharusnya setiap kabupaten/kota ruangan isolasi. Karena itu sudah merupakan instruksi gubernur dalam penanganan virus tersebut.

Selain itu kondisi terakhir di Siak lanjutnya juga ada informasi satu orang karyawan Perusahaan Kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper sebagai pasien dalam pengawasan. Yang bersangkutan diketahui pulang dari melawat kerabatnya yang positif COVID-19 dan meninggal dunia di Jakarta.

"Ada kontak dengan penderita COVID-19, wajib dilakukan pemeriksaan dan pengawasan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru," imbuhnya.

Baca juga: Pemkab Siak semprotkan disinfektan ke masjid-masjid, begini tujuannya

Baca juga: Pemkab Siak minta Pemprov Riau bantu sediakan alat pengukur suhu tubuh


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar