Diduga depresi usai putus kerja, remaja putri ini gantung diri

id gantung diri,polres hulu sungai selatan, polda kalsel, antaranews.com

Diduga depresi usai putus kerja, remaja putri ini gantung diri

Barang bukti kerudung yang digunakan korban untuk gantung diri. (ANTARA/Ist)

Banjarmasin (ANTARA) - Polres Hulu Sungai Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus di mana ada seorang remaja putri bernama Siti Khadijah (16), warga Desa Pantai Ulin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, ditemukan meninggal dunia tergantung di seutas kerudung.

Kapolres Hulu Sungai Selata AKBP Dedy Eka Jaya melalui Kasubag Humas IPTU H Gandhi Ranu S di Kandangan, Jumat (13/9), mengatakan penyebab pastinya korban bunuh diri belum bisa ditentukan, karena masih dalam penyelidikan polisi.

"Namun dugaan sementara korban mengalami depresi, termasuk setelah berhenti kerja di wilayah kabupaten tetanggga sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," katanya, saat memberikan keterangan pers.

Terus dikatakannya, peristiwa gantung diri itu terjadi pada Rabu (11/9) sekitar pukul 14.00 WITA, di rumah tinggal korban dan keluarganya.

Untuk kronologis kejadian, berawal saat korban berada di rumah seorang diri dan ketika adik korban pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WITA, kemudian masuk ke rumah dan bermaksud ingin ke kamar yang berada di lantai dua.

Setelah itu, adik korban mendapati korban sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan kain kerudung yang diikatkan ke kayu pelapon rumah, dengan ketinggian kurang lebih dua meter.

Selanjutnya, adik korban memberitahukan peristiwa itu ke pamannya dan kemudian disampaikan kepada Ketua RT dan oleh Ketua RT dilaporkan ke Mapolsek Simpur.

"Pihak keluarga telah menerima kematian korban dan menyatakan secara tertulis menolak untuk dilakukan visum dan otopsi, dan tidak ditemukan unsur kekerasan di tubuh korban," katanya.

Baca juga: Perempuan terjun ke Sungai Rawa Siak ditemukan meninggal dunia

Baca juga: Miris, Eko nekat melompat ke Kali depan Seasons City


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar