Pemadaman kebakaran gambut perkampungan Indragiri Hilir terkendala angin kencang

id Karhutla, Riau,kabut asap,inhil,berita riau antara,berita riau terbaru

Pemadaman kebakaran gambut perkampungan Indragiri Hilir terkendala angin kencang

Petugas TNI berusaha memadamkan kebakaran lahan di tengah pekatnya asap ketika terjadi kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Jumat (2/8/2019). Walau cuaca panas dan diperparah kencangnya angin yang membuat api cepat membakar semak belukar namun Satgas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman agar bencana kabut asap tidak semakin meluas. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

Inhil, Riau (ANTARA) - Satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) berjibaku mengatasi kebakaran lahan gambut yang terjadi di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir, Yuspik kepada Antara di lokasi kebakaran, Senin, mengatakan kebakaran yang terjadi di daerah terpencil pedalaman desa Kerta Jaya itu terjadi sejak sepekan terakhir. Namun, angin kencang serta cuaca panas membuat upaya pemadaman sulit dilakukan.

"Kebakaran hanya menyisakan asap. Namun kita harus tetap waspada karena cuaca sangat panas dan angin kencang," katanya di lokasi pemadaman.

Kempas merupakan salah satu dari enam kecamatan di Indragiri Hilir yang membara sejak sepekan terakhir. Diperkirakan, lebih dari dua hektare di Kerta Jaya, Kempas, terbakar.

Pantauan Antara, asap tebal menyelimuti lokasi sekitar areal kebakaran. Aroma lahan gambut menyengat menyeruak ketika menuju lokasi titik api. Sejumlah personel Satgas bolak balik membawa selang dan mesin pemadam. Mereka berpacu dengan angin yang terus berhembus kencang.

Upaya pemadaman melibatkan tim fire fighter PT Sumatera Riang Lestari (SRL). Secara geografis, perusahaan itu berbatasan langsung dengan desa tersebut. Kepala Damkar PT SRL, Saut Sihotang mengatakan perusahaan telah mengerahkan puluhan personel dan mesin pemadam kebakaran ke lokasi itu.

Selain itu, perusahaan konsesi hutan tanaman industri itu juga mengerahkan dua unit alat berat yang digunakan untuk membuat sekat agar api tidak melebar.

"Kita tempatkan 25 personel di sini. Kita juga mendirikan posko siaga dan pos kesehatan untuk masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan," ujarnya.

Selain di Kertajaya, Saut juga mengatakan selama sepekan terakhir tim regu pemadam kebakaran PT SRL turut dikerahkan memperkuat Satgas Karhutla melakukan pemadaman di sejumlah lokasi.

Indragiri Hilir menjadi salah satu wilayah yang mengalami kebakaran cukup parah di Riau. Dalam sepekan terakhir, BMKG menyatakan puluhan titkk-titik api terdeteksi di wilayah yang berbatasan dengan Batam dan Singapura itu.

Titik-titik api tersebut terdeteksi di empat kecamatan di wilayah itu membara yakni Keritang, Gaung Anak Serka, Enok dan Batang Tuaka. Kebakaran di Indragiri Hilir patut dikhawatirkan karena mayoritas lahan di wilayah itu tertutupi gambut yang berpotensi menyebabkan asap tebal.

Selain Indragiri Hilir, Pelalawan dan Siak juga cukup babak belur dihajar kebakaran lahan. Dampak dari kebakaran dua wilayah itu membuat kabut asap melanda Pekanbaru sejak akhir Juli 2019 lalu. Bahkan, kabut asap memaksa kualitas menurun drastis hingga jarak pandang terbatas kurang dari lima kilometer.

BPBD Provinsi Riau mencatat lebih dari 4.390 hektare lahan di wilayah itu terbakar sepanjang 2019 ini. Pada awal tahun, kebakaran mulai terjadi di wilayah pesisir seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai dan terus bergerak ke arah daratan termasuk Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar