Dubes India sebut polusi Jakarta merupakan masalah khas kota besar

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,Dubes India sebut polusi Jakarta

Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat (tengah) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan putranya, Mikhail Azizi (kanan) usai menghadiri acara peringatan 150 tahun kelahiran pejuang kemanusiaan Mahatma Gandhi di Jakarta, Rabu (31/7/2019) (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat mengatakan pencemaran udara di Jakarta merupakan masalah yang cukup umum dihadapi kota-kota besar karena tingkat kepadatan penduduknya relatif tinggi dibandingkan dengan wilayah lain.

"Tiap hari jutaan orang dan kendaraan memasuki Jakarta, tentu ada banyak tantangan yang dihadapi pemerintah. Namun bagi saya, Jakarta cukup baik mengatasi berbagai tantangan khas kota besar (seperti pencemaran, red)," kata Dubes Rawat saat ditemui usai menghadiri peringatan 150 tahun kelahiran Mahatma Gandhi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pembangunan PLTN untuk kurangi polusi dukung energi kendaraan listrik dibutuhkan

Menurut dia, tingkat pencemaran di Jakarta masih terbilang terkendali apabila dibandingkan dengan beberapa kota di negara lain, termasuk di India.

"Jika melihat situasi di India, Jakarta masih terbilang baik apalagi melihat kota ini cukup bersih dan sistem transportasi umumnya cukup baik," kata Rawat.

Alhasil, Rawat meyakini ia belum perlu mengenakan masker untuk melindungi diri dari polusi udara di ibu kota.

"Saya kira tidak perlu masker. Di Jakarta, menurut saya, masih cukup bersih dan aman," ujar dia.

Selama berdinas dua tahun di Jakarta, Rawat mengatakan ia justru menyaksikan ibu kota Indonesia itu terus berbenah dalam menata lalu lintas dan menyediakan moda transportasi massal seperti Ratangga atau Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di halaman rumah dinasnya, Rabu, mengatakan kurang baiknya kualitas udara di ibu kota salah satunya disebabkan faktor cuaca.

Walaupun demikian, ia mengatakan pihaknya berdasarkan kajian dari Dinas Lingkungan Hidup akan menyampaikan kajian lengkap serta strategi yang akan ditempuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengurangi tingkat pencemaran di ibu kota.

Dalam sepekan terakhir, catatan aplikasi penghitung kualitas udara berbasis satelit AirVisual menunjukkan Jakarta menempati daftar 10 besar kota dengan tingkat pencemaran buruk di dunia.

Walaupun demikian, pengukuran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per 30 Juli menunjukkan hanya Jakarta Selatan yang kualitas udaranya tidak sehat, sementara empat kota administrasi lainnya memiliki tingkat pencemaran sedang.

Baca juga: Polusi udara di kota-kota besar picu paru-paru menua lebih dini

Baca juga: Makanan Ber-Omega-3 Kurangi Kerusakan Fungsi Tubuh Akibat Polusi Udara


Pewarta: Genta Tenri Mawangi

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar