Relawan apresiasi Jokowi kembalikan 2.800 Ha sawit PTPN V ke masyarakat

id Jokowi, Relawan Jokowi, PTPN V, kebun sawit

Relawan apresiasi Jokowi kembalikan 2.800 Ha sawit PTPN V ke masyarakat

Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) Balaman Tarigan (kiri) berbincang dengan sejumlah perwakilan negara-negara Uni Eropa saat kunjungan di perkebunan sawit PTPN V di Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (9/5/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.

Pekanbaru (ANTARA) - Direktur Relawan Joko Widodo - Ma'ruf tim kampanye daerah Provinsi Riau H Sahrin menyambut gembira Keputusan Presiden mengembalikan lahan sawit seluas 2.800 hektare yang selama ini dikuasai oleh PTPN V kepada masyarakat adat Senama Nenek Kabupaten Kampar.

"Meski kalah telak di Kampar, Jokowi menunjukkan sikap kepedulian tanpa batas dan sekat politik jika menyangkut soal kepentingan rakyat," kata Sahrin di Pekanbaru, Jumat.

Relawan selanjutnya mengusulkan agar proses pengembalian diselesaikan dulu di tingkat paling bawah sebelum diputuskan bersama oleh Kementerian BUMN, Kementerian LHK dan Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Menurut dia, kasus lahan Senama Nenek ini layaknya benang kusut yang harus diurai secara teliti untuk menentukanmasyarakat mana yang berhak menguasai lahan tersebut. Dia mengingatkan langkah itu harus dapat dilakukan secermat mungkin karena menurut dia sudah jadi rahasia umum bahwa di atas lahan tersebut telah terbit banyak surat tanah.

"Luar biasa keputusan ini yang menunjukkan semangat dan komitmentinggi Presiden Jokowi terhadap rakyat. Namun, kita semua tahu kasus lahan ini sudah ibarat benang kusut. Kita semua tahu, sudah banyak surat tanah beredar di atas lahan itu," ujarnya.

Sahrin menyatakan, Ia telah mendengar kabar bahwa Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ikut membisikkan soal lahan itu kepada Presiden pada saat Penabalan Gelar Adat Jokowi di Bulan Desember 2018 silam.

"Kita dengar LAM Riau ikut membisikkan. Tapi kenapa LAM tidak memberitahu bahwa kasus lahan tersebut berpotensi menjadi konflik antar masyarakat lantaran surat tanah banyak beredar di situ. Nanti akan jadi ajang rebutan," ujar Sahrin lagi.

Ia berharap, LAM Riau dapat mendudukkan kembali persoalan lahan Senama Nenek ini agar transparan dan menghindari konflik baru. Selain itu, Sahrin juga meminta kepada semua pihak agar hati-hati adanya dugaan diboncengi oleh kelompok koorporasi.

"Jangan sampai, ternyata ada yang boncengi tanpa diketahui oleh Pak Jokowi, Para Menteri, Gubernur dan Bupati Kampar. Hati-hati ada agen cukong masuk ke dalam perjuangan ini. Kami sebagai relawan diperintahkan bukan hanya dalam Pemilu tapi juga mengawal kebijakan Jokowi sesuai nafas Nawacita," tuturnya.

Baca juga: Begini cara PTPN V capai target produksi karet yang naik 297 persen

Melengkapi Sahril, Ketua Relawan Suara Untuk Negeri (SUN) Chales dan Ketua Bara JP Ganda Mora juga menyerukan hal yang sama. "Ini harus steril dari penyusup dan urusan administrasi yang telah terjadi sebelumnya harus 'clear' dahulu," ucap Chales.

Sedangkan Bara justru mengusulkan agar lahan tersebut dibuat Pola KKPA ke depannya. "Warga sejahtera, Perusahaan PTPNV tidak rugi dan tidak perlu PHK Karyawan. Cukong pun tidak akan ada," ujarnya.

PTPN V diharuskan pemerintah untuk mengembalikan lahan perkebunan sawit dan karet seluas 2.800 hektarekepada masyarakat Adat Sinama Nenek, Kabupaten Kampar. Penyerahan itu merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo usai menggelar rapat terbatas di Istana Negara, pekan lalu.

Baca juga: PTPN V pastikan tidak akan ada PHK setelah lepaskan 2.800 hektare lahan

Baca juga: Kembalikan 2.800 ha lahan, PTPN V berharap penerima tepat sasaran


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar