Dua remaja lepaskan tembakan di sekolah Brazil menewsakan delapan orang

id penembakan,Brazil

Seorang pemrotes membawa spanduk dalam sebuah aksi mengenai pengendalian senjata lebih lanjut, tiga hari setelah terjadi penembakan di Sekolah Marjory Stoneman Douglas, di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (17/2/2018). (REUTERS/Jonathan Drake)

Sao Paulo (ANTARA) - Sedikitnya delapan orang tewas di satu sekolah dasar Brazil, tempat dua remaja tampak memasuki gedung itu dan melepaskan tembakan pada Rabu pagi, kepolisian Sao Paulo mengatakan.

Sebanyak lima anak-anak sekolah, seorang dewasa yang bekerja di gedung sekolah itu dan dua penembak yang masih remaja tewas dalam insiden itu, kata kepolisian.

Baca juga: Penembakan Sinagoga Di Pittsburgh Tewaskan Delapan Orang

Sejumlah anak yang tak disebutkan juga ditembak di SD Raul Brasil dan dilarikan ke beberapa rumah sakit. Keadaan kesehatan mereka sejauh ini belum segera diketahui.

Penembakan-penembakan sekolah jarang terjadi di Brazil, walaupun negara itu termasuk salah satu yang paling kejam di dunia, dengan lebih banyak pembunuhan tiap tahun daripada negara-negara lain. Penembakan sekolah terjadi tahun 2011, ketika 12 anak-anak ditembak mati oleh seorang mantan siswa di Rio de Janeiro.

Kendati undang-undang tentang kepemilikan senjata diberlakukan sangat ketat di Brazil, namun tidak sulit untuk membeli secara ilegal sepucuk senjata.

Polisi mengatakan dua remaja yang mengenakan penutup muka memasuki gedung sekolah dan mulai menembak sekitar pukul 9.30 waktu setempat. Kedua remaja itu kemudian menembak diri mereka dan tewas.

Polisi mengatakan kepada jejaring Globo TV bahwa penembakan lain terjadi sekitar 500 meter dari sekolah Raul Brasil beberapa saat setelah pembunuhan di sekolah tersebut, tetapi belum jelas apakah kedua insiden tersebut berkaitan.

sumber: Reuters

Baca juga: Buru Pelaku Teror Penembakan Lapas Pekanbaru, Polisi Bentuk Tim Khusus Terdiri dari...

Baca juga: Personel Gabungan TNI-Polri Kejar Pelaku Penembakan
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar