Terkait mahalnya tiket pesawat, Tol Trans Jawa diperkirakan bakal padat lebaran 2019

id tol,trans jawa

Illustrasi: Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang-Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah (Zabur Karuru)

Pangkal Pinang (ANTARA) - Tol Trans Jawa yang telah terhubung diperkirakan akan dipadati pemudik Lebaran 2019 ditambah dengan kenaikan tiket pesawat yang turut menggiring pemudik beralih ke angkutan darat, kata Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Djoko Setijowarno.

Djoko dalam keterangannya di Pangkal Pinang, Kamis, mengatakan bukan hanya Tol Trans Jawa, sebagian Tol Sumatera (ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Baru-Palembang) sudah terhubung.

Baca juga: Tol Trans-Sumatera diyakini buka wilayah pertumbuhan ekonomi baru

"Tarif tiket pesawat udara masih mahal, diprediksi jalur darat makin diminati, terutama pengguna kendaaraan pribadi di Jawa dan sebagian Sumatera," katanya.

Ia memperkirakan kepadatan lalu lintas masih terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek akibat belum tuntasnya Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Untuk mengatasi hal itu, menurut dia, truk barang tidak perlu dilarang asalkan kecepatannya bisa minimal 60 kilometer per jam mengacu pada Peraturan Menteri 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Batas Kecepatan di Jalan.

Djoko juga mengingatkan tentang pentingnya tempat istirahat di tengah lalu lintas tol yang padat. Menurut dia, tempat istirahat yang disediakan di sepanjang jalan tol tidak akan sanggup menampung semua pemudik pengguna tol untuk beristirahat setelah 2-3 jam mengemudi.

Penambahan rest area menjadi penting dan diperlukan. Jika ditambah di sepanjang tol tersebut kurang efektif. Karena ramai hanya pada saat musim mudik,” katanya. Sebaiknya, lanjut dia, di sekitar setiap gerbang tol yang bukan lahan milik operator tol, disiapkan lahan untuk tempat istirahat.

Pemda juga, kata dia, dapat menyiapkan tempat istirahat dan bekerja sama dengan operator jalan tol. Pemda bisa minta dibuatkan rambu petunjuk di sepanjang tempat keberadan tempat istirahat di luar tol. Para pebisnis lokal yang mulai terpuruk akibat dampak tol dapat diberi kesempatan buka usaha di lokasi tersebut. “Mulai sekarang harus sudah disiapkan Pemda, supaya tidak terlambat,” ujarnya.

Djoko juga mengingatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Data dari PT jasa Marga (Maret 2019), beberapa ruas tol yang perlu diwaspadai, seperti km 365 - km 375 Tol Batang-Semarang, km 475 - km 485 Tol Semarang-Solo, km 715 - km 725 Tol Surabaya-Mojokerto, km 795 - km 805 Tol Gempol-Pandaan.

"Perlu pemasangan rumble strip sebelum rest area. Setidaknya pada jarak 1,5 kilometer sebelum rest area untuk mengingatkan pengguna jalan tol agar mengurangi laju kendaraannya," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan untuk pemudik dari Kalimantan dan Sulawesi ke Jawa bakal beralih ke kapal, mengingat harga tiket pesawat masih mahal.

"Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang) dan Tanjung Perak (Surabaya) akan semakin ramai,” katanya.

Baca juga: Jokowi: Kalimantan akan Punya Jalan Tol untuk Pertama Kalinya

Baca juga: Inilah Konstruksi Tol Pekanbaru-Dumai yang Biayanya Rp90 Miliar per Kilometer


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar