Gubernur Riau kirim masker-obat ke Rupat antisipasi karhulta

id gubernur Riau, karlahut, obat, masker

Gubernur Riau kirim masker-obat ke Rupat antisipasi karhulta

Sejumlah kapal tanker berlabuh di sekitar perairan Pulau Rupat yang berkabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kecamatan Rupat Selatan, kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (24/2/2019). Perairan di sekitar Dumai dan Rupat pada dua pekan terakhir diselimuti kabut asap yang berasal dari karhutla di kecamatan Rupat Selatan tapi masih aman untuk dilayari armada kapal (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)



Pekanbaru (Antaranews Riau) - Gubernur Riau Syamsuar menyatakan segera mengirim bantuan masker dan obat-obatan ke Pulau Rupat, Bengkalis yang hingga hari ini diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Kita segera kirim bantuan kesehatan dan masker. Saya sudah minta Pak Sekda untuk segera siapkan dan kirim ke sana," kata Syamsuar kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Ia menuturkan saat ini Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat terus fokus menangani Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Ratusan personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman.

Selain upaya pemadaman, dia juga memastikan bantuan kesehatan segera dikirim ke Pulau terluat di Pesisir Riau tersebut.

"Agar nanti tidak meluas penyakit yang tidak diharapkan," ujarnya.

Baca juga: BMKG Deteksi 68 titik panas di Provinsi Riau

Pulau Rupat hingga hari ini terus membara. Bahkan, pagi tadi kualitas udara terus menurun hingga level berbahaya. Sebuah sekolah dasar di Pulau itu terpaksa diliburkan karena berada tidak jauh dari lokasi Karhutla serta diselimuti asap tebal.

Selain berdampak pada dunia pendidikan, kesehatan masyarakat Pulau Rupat juga terpantau terganggu. "Puskesmas kita sudah menangani beberapa pasien yang mulai batuk-batuk, flu akibat dampak asap," kata Camat Rupat, Hanafi.

Korban kabut asap juga menyerang bayi, yang harus mendapat perawat serius. Meski terus terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya, dia mengatakan belum ada warganya yang mengungsi.

Aktivitas warga pun masih tergolong normal, meski dia mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mulai mengeluhkan sakit akibat kabut asap untuk segera melapor dan berobat ke Puskesmas terdekat.

Butuh Tabung Oksigen.

Camat Rupat mengatakan salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tabung oksigen untuk mengatasi korban yang mengalami sesak nafas akibat Karhutla.

"Iya, kita butuh itu. Juga sebagai antisipasi ke depan jika ada warga yang sakit," katanya.

Sejauh ini, dia menjelaskan bantuan berupa masker dengan jumlah 2.600 unit telah disebarkan ke masyarakat. Masker tersebut berasal dari Dinas Kesehatan dan BPBD Bengkalis.

Sementara itu, BPBD Riau mencatat luas lahan yang terbakar hingga hari ini mencapai 996 hektare, dan meningkat lebih dari 100 hektare dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Bengkalis menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah mencapai 742,5 hektare.

Baca juga: Kebakaran lahan Riau terus meluas capai 108 hektare

Baca juga: Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karlahut Di Rohil


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar