Udara mulai tercemar, Walkot Dumai imbau penggunaan masker

id asap dumai,siaga karhutla dumai

Udara mulai tercemar, Walkot Dumai imbau penggunaan masker

Kabut Asap Mulai Bermunculan Akibat Peristiwa Karhutla Yang Terjadi Di Wilayah Kota Dumai (Abdul Razak)

Dumai, (Antaranews Riau) - Wali Kota Dumai Zulkifli AS mengimbau semua pihak peduli untuk membagikan masker kepada masyarakat umum karena kondisi udara mulai tercemar dengan asap sisa kebakaran hutan dan lahan.

Untuk pencegahan dan penanggulangan karlahut tidak meluas, Pemkot Dumai sudah menetapkan status siaga darurat bencana asap, dan Walkot Zulkifli sudah menandatangani peningkatan status ini.

"Sudah ditandatangani peningkatan status siaga bencana asap ini agar bisa dilakukan upaya penanganan lebih lanjut secara bersama, dan mengimbau semua pihak untuk membagikan masker ke masyarakat," kata Zulkifli As, Kamis.

Menurutnya, kebakaran hutan lahan saat ini mulai merebak di sejumlah wilayah, karena kondisi cuaca panas. Olehnya, warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Status siaga darurat, mulai diberlakukan sejak Rabu (13/2) hingga 31 Mei 2019, namun masih akan melihat kondisi apabila karlahut berhasil ditanggulangi dan bencana asap bisa dicegah.

"Setelah penetapan ini, anggaran sudah bisa dipergunakan, dan nanti juga akan mendapat dukungan dari pemerintah provinsi," sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai Afrilagan sebelumnya menyebutkan, penyebab udara berasap sebagian besar kiriman dari kejadian karlahut di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, dan juga di Dumai.

Penanggulangan karlahut di Dumai dilakukan lewat darat oleh tim gabungan, dan laut dibantu bom air dari helikopter PT RUJ dan Sinar Mas Forestry, dan Pemkot Dumai terus melakukan upaya penanggulangan bersama agar tidak menimbulkan bencana asap.

Sementara, Komandan Kodim 0320 Dumai Letkol Inf Horas Sitinjak selaku Komandan Sub Satuan Tugas (Dansubsatgas) Karhutla Dumai menyatakan, luas lahan terbakar di Dumai sekira 29,5 hektare, dan upaya pemadaman di lapangan terkendala keterbatasan alat pemadam.

"Diharap perusahaan mau membantu upaya pencegahan bencana kabut asap akibat karhutla ini," kata Dandim.

Luasan lahan terbakar tahun ini tergolong masih kecil dibanding tahun sebelumnya, sebab data di 2015 lahan terbakar mencapai 259 hektare, 2016 seluas 368 hektare, 2017 sebanyak 64 hektare dan 2018 seluas 399,25 hektare.