BBKSDA Riau Evakuasi Macan Dahan Masuk Kolong Rumah Warga di Inhu, Tampangnya Stress

id bbksda riau, evakuasi macan, dahan masuk, kolong rumah, warga di, inhu tampangnya stress

BBKSDA Riau Evakuasi Macan Dahan Masuk Kolong Rumah Warga di Inhu, Tampangnya Stress

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau mengevakuasi seekor macan dahan yang diduga mengalami stres dan masuk ke kolong rumah warga di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Kami menduga ada suatu hal yang membuat macan dahan itu bisa menyasar ke permukiman, padahal itu jauh dari hutan, apalagi kejadiannya pada siang hari, kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I, M. Hutomo kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan, proses evakuasi macan dahan Neofelis diardi itu berhasil dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat pada Jumat lalu (20/7). Kucing besar itu tiba-tiba muncul pada siang hari dipermukiman dan masuk ke kolong rumah panggung milik warga di Kecamatan Rengat, Kabupaten Rengat, Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Hutomo mengatakan kejadian itu sangat tidak wajar karena macan dahan tergolong satwa nokturnal yang lebih banyak bergerak pada malam hari dan cenderung menjauhi manusia. Ketidakwajaran itu bisa jadi karena satwa liar itu sakit atau ada gangguan lain.

Macan dahan tersebut kini sudah berada di kandang transit kantor BBKSDA Riau di Kota Pekanbaru. Menurut dia, selama sekitar tiga hari pertama berada di kandang, binatang dilindungi itu stres dan tidak mau makan.

Tingkat stresnya sangat tinggi. Baru kemarin macan dahan itu mulai berkurang stresnya, sudah mulai mau minum dan makan ayam hidup yang dimasukan ke kandangnya, kata Hutomo.

Ia mengatakan, tim medis masih terus melakukan observasi terhadap macan dahan itu untuk menilai apakah sudah siap untuk dilepasliarkan.

Hutomo menjelaskan saat proses evakuasi tim rescue BBKSDA Riau berangkat bersama Pusat Konservasi Harimau Sumatera (PKHS), dan dilokasi juga melibatkan TNI-Polri dan Camat setempat. Evakuasi menggunakan kandang jebakan dan butuh sekitar delapan jam sampai akhirnya macan dahan itu mau keluar dari kolong rumah panggung warga.

Ia mengaku sangat mengapresiasi masyarakat setempat yang melaporkan insiden itu dan tidak bertindak sendiri. Apalagi macan dahan merupakan salah satu satwa langka, yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Satu hal yang sangat kita apresiasi adalah masyarakat yang tidak anarkis. Masyarakat justru bersama-sama membantu untuk mengamankan macan dahan itu, ujarnya.