Khawatir Serangan Harimau, Perusahaan Perkebunan Sawit Hentikan Aktivitas Operasional

id khawatir serangan, harimau perusahaan, perkebunan sawit, hentikan aktivitas operasional

Khawatir Serangan Harimau, Perusahaan Perkebunan Sawit Hentikan Aktivitas Operasional

Pekanbaru (Antarariau.com) - Perusahaan perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantantion (THIP) menyatakan menghentikan sementara seluruh aktivitas karyawan pada salah satu areal perusahaan yang menjadi lokasi serangan harimau medio pekan ini.

"Yang di sana kita hentikan sementara sampai kondusif," kata perwakilan PT THIP, Dani Murdoko ditemui Antara di BBKSDA Riau, Pekanbaru, Jumat.

Selain menghentikan sementara seluruh aktivitas baik perawatan hingga kegiatan panen, dia juga mengatakan pihaknya berupaya memulihkan kondisi psikis para karyawan, terutama dua korban selamat saat serangan hewan buas itu, tengah pekan ini.

Nasib malang menimpa Jumiati, pegawai PT THIP pada Rabu (3/1) yang diterkam oleh harimau saat bekerja di area konsesi perusahaan kelapa sawit itu. Perempuan berusia 33 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State.

Sementara dua rekan Jumiati, Yusmawati (33) dan Fitriyanti (40) selamat dari keganasan Harimau Sumatera. Namun, Dani menuturkan kondisi psikis dua karyawan selamat cukup terpukul dan perlu pemulihan.

"Tim HRD kita sudah menyambangi korban dan keluarga korban untuk memulihkan psikis mereka," ujarnya.

Sementara untuk kepada keluarga Jumiati, Dani mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan sesuai peraturan perusahaan dan pemerintah yang berlaku.

Meski begitu, Dani enggan merincikan besaran bantuan yang diserahkan kepada keluarga korban. Dia hanya menuturkan bahwa bantuan telah diberikan kepada keluarga korban, sementara jenazah Jumiati telah dikembalikan ke daerah asal, Sumatera Utara.

Lebih jauh, Dani menuturkan PT THIP juga telah membuat kebijakan agar seluruh karyawan bekerja secara berkelompok.

"Kita telah imbau kepada seluruh karyawan meningkatkan kewaspadaan dan bekerja secara berkelompok," urainya.

Secara rinci, Dani menuturkan sebelum insiden terkaman Harimau yang menewaskan karyawan PT THIP itu, keberadaan Harimau telah terpantau berkeliaran sejak Mei 2017 lalu.

"Jauh sebelum kejadian ini, kami terus melakukan koordinasi dengan BBKSDA Riau. Saling berikan informasi, karena harimau mulai berkeliaran di kebun kami sekitar Mei 2017. Sejak itu kami aktif berikan informasi," tuturnya.