Rupiah Melemah, Realisasi Investasi Perhotelan Pekanbaru Tumbuh Positif Rp300 Miliar

id rupiah melemah, realisasi investasi, perhotelan pekanbaru, tumbuh positif, rp300 miliar

Rupiah Melemah, Realisasi Investasi Perhotelan Pekanbaru Tumbuh Positif Rp300 Miliar

Oleh Diana Syafni

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau menyebutkan realisasi investasi Kota Pekanbaru tumbuh positif pada sektor infrastruktur perhotelan yakni mencapai Rp300 miliar pada triwulan I di provinsi yang berjuluk lancang kuning tersebut.

"Untuk Kota Pekanbaru masih unggul di sektor infrastruktur, nomor satu dibidang perhotelan sedangkan kabupaten/kota lainnya masih mendominasi di sektor perkebunan," kata Kepala BPMPD Provinsi Riau, Ismaili Fauzi di Pekanbaru, Selasa.

BPMPD Riau menyebutkan investasi pada sektor infrastruktur di Kota Pekanbaru tumbuh positif ditengah melemahnya perekonomian daerah setempat.

"Investasi untuk sektor infrastruktur tumbuh berkembang di Pekanbaru walaupun perekonomian kita melemah," katanya.

Menurutnya perekonomian daerah setempat selama ini ditopang oleh dua sektor andalan oleh sektor minyak dan gas serta perkebunan. Seiring menurunnya harga komoditas tersebut dipasar dunia telah berakibat kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi diderah setempat.

"Kadang-kadang teorinya berbalik, justru jika rupiah itu turun orang malah suka berinvestasi," katanya pula.

Namun begitu, kata dia, ditengah melemahanya perokomian bukan berarti investasi yang masuk didaerah setempat merosot.

"Investasi meraka berkembang dari industri perdagangan lah, pembangunan mall, rumah sakit, hotel di Pekanbaru mendapat rangking pertama untuk investasi di sektor infrastruktur dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau," kata dia lagi.

Sedangkan untuk di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau masih berkembang pada sektor perkebunan seperti perkebunan sagu di Kabupaten Meranti.

BPMPD Provinsi Riau mengatakan realisasi investasi di wilayah tersebut mencapai Rp1,927 triliun pada triwulan I-2016. Dengan penanaman modal dalam negeri mencapai Rp1.336,96 miliar, sedangkan penanaman modal asing mencapai Rp590,184 miliar.

Dikatakanya, penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berasal dari 38 proyek. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) ada 46 proyek yang terealisasi dari 900 perusahaan.

Namun begitu, target investasi di Provinsi Riau tahun ini sebagaimana yang ditargetkan nasional pada tahun ini adalah sebesar Rp18,5 triliun, dengan begitu pencapaian realisasi investasi pada triwulan I baru sekitar 10 persen dari target.