Wako Instruksikan Mesjid Pekanbaru Gelar Shalat Istiqa

id wako instruksikan, mesjid pekanbaru, gelar shalat istiqa

Wako Instruksikan Mesjid Pekanbaru Gelar Shalat Istiqa

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Wali Kota Pekanbaru, menginstruksikan kepada seluruh Mesjid dan mushalah yang ada di Pekanbaru, Provinsi Riau agar menggelar shalat istiska atau meminta hujan, guna mengatasi kabut asap yang sudah berdampak kepada berbahayanya kualitas udara.

"Wali Kota tadi sudah menelepon untuk menyampaikan instruksi ini," ungkap Kabag Humas Pekanbaru, Alek Kurniawan, di Jakarta Senin.

Menurut Alek, berbagai upaya dilakukan semua pihak baik pemerintah pusat hingga daerah. Mulai dari memadamkan api hingga menabur garam agar turun hujan.

Termasuk upaya masyarakat untuk menggalang doa dengan menggelar shalat meminta hujan. Tujuannya dengan kesungguhan doa, maka Allah akan bermurah hari untuk menurunkan hujan.

"Kami berharap semua mesjid menggelar shalat istiska, waktunya terserah kebijakan masing-masing," tutur Alek.

Alek menyebutkan kondisi udara Pekanbaru yang berada pada status berbahaya berdasarkan laporan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pekanbaru, membuat Wali Kota mengadakan rapat koordinasi dadakan dengan BLH dan Diskes, untuk membahas kebijakan selanjutnya apakah akan menetapkan status udara saat ini sudah dalam kondisi darurat asap atau berbahaya.

"Kita sedang mengkaji apakah tanggap darurat asap sudah layak ditetapkan buat Pekanbaru atau tidak," paparnya.

Selain itu Alek juga menghimbau agar seluruh masyarakat Pekanbaru mengurangi aktifitas diluar rumah. Khususnya untuk anak usia dini dan manusia lanjut usia dan yang memiliki sejarah penyakit asma agar menghindari menghirup udara.

"Kalaupun terpaksa harus melakukan aktifitas diluar rumah gunakanlah masker jangan ambil resiko udara Pekanbaru sudah berbahaya," pungkasnya.

Kasi Data Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Slamet mengungkapkan, pantauan Satelit Terra dan Aqua kembali menunjukkan peningkatan jumlah hotspot (titik panas) di Riau. Bila kemarin titik hotspot nihil, maka pada pagi ini, Senin (7/9) tercatat 45 hotspot terdeteksi di Riau.

Slamet mengungkapkan, dengan adanya peningkatan jumlah hotspot tersebut secara langsung telah berdampak kepada penurunan jarak pandang di beberapa kota di Riau.

"Untuk Kota Pekanbaru dan Pelalawan pagi ini jarak pandang yang dipantau pada pukul 07.00 WIB sekitar 200 meter. Kota lainya seperti Dumai jarak pandang sekitar 800 meter, kemudian Rengat 200 meter dan Pelalawan hanya 50 meter," bebernya

Penurunan jarak pandang ini, lanjut Sugarin, jelas akibat kembali meningkatnya aktivitas kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di sejumlah wilayah di Riau dan sebagian besar provinsi di Sumatera.

"Asap yang ada saat ini tidak hanya berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Riau saja, tapi juga dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumsel yang paling banyak terpantau hotspot disana," ungkapnya.

Untuk wilayah Sumatera sendiri terpantau sebanyak 413 hotspot yang terdeteksi di Bengkulu¿ sebanyak 5 titik, Jambi 170 titik, Lampung 31 titik,¿¿ Sumsel 79 titik, Sumbar 4 titik, Bangka Belitung 77 titik, dan Kepri 2 titik

"Sedangkan untuk wilayah Riau ada 45 hotspot yang tersebar di Pelalawan 13 titik, Inhil 10 titik, Inhu 12 titik, Siak 3 titik, Kampar 3 titik, Rohil dan Rohul masing-masing 2 titik dengan "confidence" diatas 70 persen," pungkasnya.

Pewarta :
Editor: Vera Lusiana
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar