Bambang Soesatyo sebut Idul Fitri momentum jaga persatuan dan harmoni sosial

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Bamsoet

Bambang Soesatyo sebut Idul Fitri momentum jaga persatuan dan harmoni sosial

Arsip foto - Bambang Soesatyo. (ANTARA/HO-MPR)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI sekaligus Dewan Penasihat Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan semangat Idul Fitri memiliki makna penting dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di Indonesia.

Bamsoet dijumpai saat open house Rumah Pergerakan Patiunus untuk GSN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, menyampaikan momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mengukuhkan nilai-nilai kebersamaan di negara yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa dan 700 bahasa daerah.

Selain itu juga momentum saling menghargai antarwarga melalui tradisi silaturahim, penguatan toleransi, dan kepedulian sosial, serta momen untuk mampu menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara masyarakat yang beragam.

"Semangat Idul Fitri merupakan cermin nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang mengedepankan sikap saling memaafkan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Melalui tradisi silaturahim, berbagi melalui zakat fitrah, serta praktik mudik dan open house, Idul Fitri telah menjadi momentum strategis untuk merajut keutuhan dan harmoni sosial," kata Bamsoet.

Dia mengatakan dengan semangat tersebut, perayaan Idul Fitri tidak hanya dirayakan sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa.

Bamsoet menjelaskan salah satu pilar utama yang tercermin dalam semangat Idul Fitri adalah tradisi silaturahim. Selama hari raya, masyarakat saling mengunjungi, berbagi makanan, serta saling memaafkan, sehingga tercipta ikatan yang lebih erat antarkeluarga dan antarkelompok masyarakat.

Hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa sekitar 64,4 persen responden menganggap Idul Fitri sebagai kesempatan penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan memperkuat keharmonisan sosial.

"Tradisi mudik serta open house selama Idul Fitri memungkinkan terjadinya pertemuan lintas golongan dan lintas agama. Di mana setiap orang diajak untuk merayakan kemenangan dengan penuh kebersamaan. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan persaudaraan, tetapi juga menciptakan ruang dialog dan toleransi antarumat beragama," ujarnya.

Dia memaparkan, semangat Idul Fitri juga tercermin dalam upaya berbagi, terutama melalui zakat fitrah. Dengan memberikan zakat, umat Islam tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Menurut data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pada tahun 2024, pengumpulan zakat fitrah meningkat hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini mencerminkan kesadaran sosial yang semakin tinggi di masyarakat.

"Perayaan Idul Fitri juga merupakan waktu untuk melakukan refleksi. Di tengah banyaknya konflik sosial yang muncul, Idul Fitri mengingatkan akan pentingnya toleransi, pengertian, dan dialog antarkelompok yang berbeda. Melalui perayaan Idul Fitri masyarakat diharapkan mampu menyikapi perbedaan dengan lebih bijaksana," kata Bamsoet.

Hadir dalam gelar griya itu antara lain Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PKP Maruarar Sirait, Wamen LH Diaz Hendropriyono, Wamen PPM Christina Aryani, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Rizaldi, Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Kepala PFN Riefian Fajarsyah, Ketua Gerindra Bali Gede Gajah dan para tokoh politik Partai Golkar, Gerindra, PDIP, PKS, PAN, Demokrat, PKB.

Hadir pula Anggota DPR RI Melly Goeslaw, Nurul Arifin, Abraham Sridjaja, Dave Laksono, Robert Kardinal serta Gavriel Novanto. Selain itu, anggota dari berbagai organisasi, seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI), Tarung Derajat, Perikhsa, Perbakin, FKPPI, Pemuda Pancasila, SOKSI, Hipakad, KADIN Indonesia, HIPMI, HMI, PMKRI, AMPI, KNPI dan berbagai klub komunitas yakni Motor Besar Indonesia (MBI), Anak Elang, BMW, HDCI, Volkwagen (VW), Ferrari (FOCI), Brotherhood.