Rusia buka kantor pusat perwakilan ekspor di Jakarta pada awal 2025

id Berita hari ini, berita riau terbaru, Rusia

Rusia buka kantor pusat perwakilan ekspor di Jakarta pada awal 2025

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam arahan pers di Jakarta, Jumat (20/12/2024). (ANTARA/Cindy Frishanti)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa Rusia akan membuka kantor perwakilan pusat ekspor Rusia secara resmi di Jakarta pada awal 2025.

“Ini adalah organisasi khusus yang akan difokuskan pada promosi barang-barang dan komoditas Rusia di Indonesia,” kata Tolchenov dalam arahan pers di Jakarta, Jumat.

Tolchenov meyakini bahwa kantor perwakilan pusat ekspor Rusia tersebut akan berkontribusi untuk meningkatkan perdagangan bilateral, investasi, dan kerja sama di bidang ekonomi lainnya.

Dia juga mengatakan bahwa beberapa delegasi ekonomi dari Rusia berencana akan datang ke Indonesia pada Januari 2025 untuk mencari prospek guna meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia.

Mengenai perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia, Tolchenov mengatakan bahwa kedua pihak masih terus menyelesaikan perjanjian tersebut, menambahkan bahwa putaran terakhir konsultasi telah dilakukan pada Juli 2024 di Indonesia.

“Masih ada beberapa hal kecil namun sangat penting ketika kedua pihak, Uni Ekonomi Eurasia dan Indonesia, berkoordinasi soal perpajakan,” ujar Tolchenov.

Dia menambahkan bahwa hal tersebut sangat penting untuk dipahami karena setiap pihak ingin melindungi pasar mereka sendiri dan mengekspor lebih banyak ke pasar tersebut.

Tolchenov menegaskan bahwa perjanjian tersebut sangat penting karena tidak hanya menyangkut perdagangan dan investasi tetapi juga menyangkut anggaran setiap negara.

“Karena uang yang kami peroleh dari pajak akan masuk ke anggaran dan harus disetujui oleh parlemen dari kedua pihak (negara anggota Uni Eurasia dan Indonesia). Dan ini juga mengapa sangat penting untuk bekerja sangat hati-hati dalam hal pajak,” jelas Tolchenov.

Jika tidak berhati-hati, lanjut Tolchenov, maka anggota parlemen tidak akan menyetujui dokumen tersebut jika mereka yakin bahwa perjanjian itu tidak cukup untuk melindungi pasar negara mereka sendiri, yang kemungkinan akan merugikan kepentingan ekonomi negara yang bersangkutan.

Tolchenov menyatakan bahwa bukan waktu yang penting dalam menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas tersebut, melainkan substansi perjanjian itu yang penting.

“Itulah sebabnya kami berusaha bekerja dengan sangat hati-hati,” ujarnya.