Disdik Indragiri Hulu Tambah Libur Siswa

id disdik indragiri, hulu tambah, libur siswa

Disdik Indragiri Hulu Tambah Libur Siswa

Rengat, 13/3 (Antara) - Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu menambah libur siswa kelas 1-3 Sekolah Dasar, Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sabtu (15/3), akibat kabut asap yang semakin tebal menyelimuti daerah tersebut.

"Terjadinya kabut asap sempat meresahkan pelajar karena beresiko terjangkit penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Maka kami mengambil kebijakan untuk menambah libur sekolah," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Indragiri Hulu Hefnan Endri di Rengat, Kamis.

Pemerintah setempat sebelumnya telah membuat kebijakan meliburkan sekolah pekan ini dari mulai Senin hingga Rabu (10-12/3), dari aktivitas belajar dan mengajar secara serentak di sekolah sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Menurut Hefnan, kebijakan meliburkan pelajar sudah disampaikan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan se-Indragiri Hulu agar bisa segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk kabupaten tetangga.

Khusus bagi siswa kelas 4, 5 dan 6 SD, serta pelajar SMP dan SMA sederajat, pihaknya masih melihat perkembangan terakhir terkait kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut yang cenderung menunjukan tren semakin naik.

"Kalau misalnya kabut asap semakin tebal dan semakin membahayakan bagi kesehatan, maka bisa saja seluruh pelajar liburkan dari mulai kelas 4 SD hingga SMA demi menjaga kesehatan mereka," ucapnya.

Dinas Pendidikan Indragiri Hulu berharap kebijakan meliburkan sekolah mendapat didukung orang tua siswa dengan melakukan pengawasan, agar anaknya tidak berkeliaran di luar rumah karena pihaknya telah memberi tugas ke siswa.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Indragiri Hulu Evi Irma Junita menjelaskan, pihaknya tidak bisa menentukan apakah kualitas udara di daerah itu baik atau tidak termasuk kategori berbahaya.

"Kami belum memiliki alat untuk ukur kualitas udara. Namun bila dilihat secara visual, kabut asap sudah tidak sehat. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya warga yang terserang ISPA seperi batuk kering," jelasnya.