BPMP Riau bersama Tanoto Foundation sosialisasi Rapor Pendidikan di Dumai

id tanoto,tanoto foundation

BPMP Riau bersama Tanoto Foundation sosialisasi Rapor Pendidikan di Dumai

PMP Riau bersama Tanoto Foundation sosialisasi Rapor Pendidikan di Kota Dumai, Rabu (23/8/2023). (ANTARA/HO-TF)

Pekanbaru (ANTARA) - Dumai-Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Riau bersama Tanoto Foundation sebagai mitra pembangunan menggelar sosialisasi rapor pendidikan 2.0 dan perencanaan berbasis data, ke sejumlah pemangku kepentingan Kota Dumai, Rabu 21 Agustus 2023, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai.

Wali Kota Dumai diwakili oleh Assisten II Setda Kota DumaiSyahrianaldisekaligus membuka sosialisasi mengatakan Perencanaan itu merupakan hal penting dalam sebuah kegiatan, karena apabila gagal dalam menyusun perencanaan maka itu sama artinya merencanakan kegagalan.

“Perencanaan berbasis data rapor pendidikan 2.0 adalah perencanaan yang berisi data, informasi, memuat kelebihan dan kekurangan, untuk selanjutnya kita lakukan langkah secara bersama-sama oleh pihak eksekutif, legislatif dan OPD teknis untuk perbaikan terutama yang masih rendah,” jelasnya.

Ketua komisi I DPRD Kota Dumai, Edison mengatakan berbicara pendidikan dasarnya adalah undang-undang pasal 31 ayat 2 bahwa pendidikan wajib harus kita penuhi.“APBD Dumai 20% sudah untuk pendidikan, rapor pendidikan ini merupakan tantangan bagi kita bahwa intervensi APBD kita belum mencukupi untuk pendidikan,” jelasnya.

Edison menambahkan terima kasih kepada Program Tanoto Foundation telah membantu dan mendukung kita dalam mencapai program pendidikan, sehingga setiap langkah-langkah untuk menuju manusia pintar bisa terlaksana.

Kepala BPMP Riau Wisma Endrimon menjadi narasumber menyampaikan Rapor Pendidikan adalah platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru lebih menekankan pada orientasi terhadap mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi.

“Sosialisasi ini bertujuan agar tercapainya target perencanaan berbasis data, peningkatan hasil belajar siswa dan rapor pendidikan menjadi gambaran pencapaian mutu pendidikan yang terdiri atas 15 indikator, antara lain angka partisipasi sekolah, literasi, numerasi, dan pendidikan anak usia dini yang terakreditasi.

Wisma Endrimon menambahkan sosialisasi ini agar bagaimana pemerintah daerah bisa mengakses rapor pendidikan di daerahnya. Rapor pendidikan ini bukan seperti yang di sekolah tapi pemetaan sejauh mana mutu pendidikan bisa dicapai.

“Harapan kita rapor pendidikan ini digunakan untuk menyusun anggaran di tahun depan, disamping itu digunakan oleh sekolah untuk menyusun Rencana Kerja Anggaran Sekolah,

Rapor pendidikan berfungsi sebagai instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik evaluasi internal maupun eksternal yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar,” jelasnya.

Dendi Satria Buana Provincial Coordinator Riau Tanoto Foundation, mengatakan Tanoto Foundation sebagai mitra pembangunan memfasilitasi sosialisasi rapor pendidikan, mendukung kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar. Dalam hal ini, khususnya perencanaan dan rapor pendidikan daerah dan satuan pendidikan.

"Sebagai mitra pembangunan kami membangun diskusi antara pemko dan BPMP tentang capaian rapor pendidikan di Dumai. Pemerintah kota perlu diberi pemahaman tentang rapor pendidikan 2.0 tahun 2022, seperti apa rapor pendidikan 2.0 di Kota Dumai yang sudah di-launching bulan Juli,” jelas Dendi

Dendi menambahkan, harapan kita dengan sosialisasi ada rekomendasi prioritas yang tentu perlu ditindaklanjuti baik oleh BPMP Riau, Disidikbud Dumai dan didukung oleh legislatif dan Wali Kota bisa mengidentifikasi tantangan pendidikan di satuan Pendidikan dan menjadi bahan untuk refleksi sehingga bisa menyusun rencana perbaikan pendidikan secara lebih tepat dan berbasis data.