Skuadron F16 Pekanbaru Ditargetkan Selesai Dalam Setahun

id skuadron f16, pekanbaru ditargetkan, selesai dalam setahun

Skuadron F16 Pekanbaru Ditargetkan Selesai Dalam Setahun

Pekanbaru, (antarariau.com) - Kapala Staf Angkatan Udara Marsekal B. Putu Dunia mengatakan telah menargetkan Skuadron F16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau akan selesai dan berfungsi dalam setahun kedepan.

"Target setahun ini sudah selesai dan mulai beroperasi," kata Kasau Marsekal B. Putu Dunia kepada wartawan usai memimpin upacara penutupan kegiatan latihan bersama dengan tentara udara Singapura di Pekanbaru, Jumat siang.

Putu Dunia mengharapkan Skuadron F16 yang baru ini kedepanya dapat lebih optimal dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di wilayah perbatasan.

"Pesawatnya nanti itu baru," kata dia.

Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel Pnb Andyawan sebelumnya telah menjelaskan, bahwa keberadaan Skuadron F16 tersebut adalah juga untuk mengantisipasi potensi penyusup lewat jalur udara

Selain itu, kata dia, tujuannya adalah juga untuk peningkatan keamanan, dimana ekonomi yang terus membaik juga harus didukung dengan sistem pengamanan atau altsista yang baik juga.

Andyawan mengatakan, satu skuadron pesawat tempur F16 blok 52 di Pekanbaru ini juga akan dilengkapi dengan persenjataan mutakhir.

Penambahan 24 pesawat F16 dari Amerika Serikat ini, kata dia, adalah sebagai bagian dari pembaruan armada tempur yang sudah ada di Pangkalan TNI AU tipe B yang saat ini memiliki satu skuadron Hawk 100/200.

Jika rencana ini terealisasi, demikian Andyawan, berarti pada 2014, Lanud Roesmin Nurjadin memiliki dua skuadron tempur yang terdiri dari satu skuadron Hawk 100/200 dan satu skuadron pesawat F16 dengan blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir.

Sesuai dengan spesifikasinya, pesawat tempur F16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot.

"Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untuk menahan belokan pada percepatan. Sehingga memang sangat baik untuk melakukan pengamanan udara dan pengejaran jika ada pesawat penyusup yang masuk secara ilegal," katanya.

Sementara untuk mendeteksi adanya pesawat penyusup, kata Andyawan, saat ini di Riau, tepatnya di Kota Dumai yang memang berbatasan langsung dengan Malaka, Malaysia, sudah terdapat alat radar yang cukup canggih.