Kaki siswa madrasah di Bengkalis hancur dihantam pompa PT PHR

id pt phr,pertamina hulu rokan,kabupaten,bengkalis kecamatan ,bathin solapan,siswa kaki hancur

Kaki siswa madrasah di Bengkalis hancur dihantam pompa PT PHR

Terlihat seorang siswa yang duduk di kelas 6 MI di Kecamatan Bathin Solapan tergelatak dengan kondisi kaki sebelah kiri terluka diduga akibat dihantam pompa angguk milik PT PHR. (ANTARA/dok)

Bengkalis (ANTARA) - Nasib malang menimpa F (13) seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis. Ia ditemukan tergeletak memakai seragam sekolah dengan kondisi kaki sebelah kiri yang hancur setelah diduga akibat dihantam pumping unit (pompa angguk) sumur Kulin 91 milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ketika bermain di areal tersebut, Senin (1/8).

Dari informasi yang didapatkan, bocah yang masih duduk di kelas enam MI tersebut bermain di areal alat pompa dengan memanjat pagar dan tidak terpantau oleh pihak patroli keamanan yang merupakan subkontraktor PT PHR.

Manager Corporate Communications PT PHR Sonitha Poernomo mengungkapkan bahwa korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan setelah insiden tersebut.

"Siswa tersebut terkena salah satu bagian pompa angguk yang tengah beroperasi secara normal dan rutin. Siswa mengalami luka di bagian paha kaki kiri dan segera dirujuk ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans dari Desa Boncah Mahang," kata Sonithamelalui pernyataannya, Selasa (2/8).

Ditambahkannya, korban saat ini dalam kondisi stabil dan telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Pekanbaru untuk perawatan medis lebih lanjut.

"Kami terus memantau kondisi korban dan memastikan mendapatkan perawatan yang maksimal agar dapat pulih kembali," ujarnya.

Sonitha menjelaskan, kondisi lapangan area sumur Kulin 91 dikelilingi pagar dan dikunci sebagai bagian pengamanan aset hulu migas demi perlindungan keselamatan masyarakat sekitar.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya akan segera melakukan investigasi guna mengetahui penyebab kejadian itu agar hal serupa tak kembali terulang di kemudian hari.

"Kami juga mengimbau kepada semua pihak, terutama masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu yang ada di sekitar fasilitas migas agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," harapnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2022