Generasi mutakhir Talang, Mamak luncurkan buku sejarah budaya

id buku talang mamak,talang mamak

Generasi mutakhir Talang, Mamak luncurkan buku sejarah budaya

Generasi Mutakhir Talang Mamak luncurkan buku sejarah budayanya berjudul, "Memori Kolektif, Yang Dipagari Talang, yang Dijaga Mamak" di Pekanbaru, Kamis (28/7/20222). (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Generasi mutakhir Talang Mamak luncurkan buku sejarah budayanya berjudul, "Memori Kolektif, Yang Dipagari Talang, yang Dijaga Mamak" di Pekanbaru, Kamis. Buku ini merupakan sebuah kumpulan artikel berisikan empat artikel yang mempunyai tema yang berbeda. Satu artikel tentang tradisi pengobatan masyarakat adat Talang Mamak, Bedukun dan Belian, yang ditulis oleh Dita.

Lalu ada artikel tentang tradisi perhelatan bagi masyarakat adat Talang Mamak, Gawai, yang ditulis Ayu.

Kemudian, bagaimana masyarakat adat Talang Mamak memelihara kawasan mereka dengan berladang, yang disebut dengan Behuma, ditulis oleh Gunawan.

Terakhir, artikel tentang folklor masyarakat adat Talang Mamak itu sendiri, Rimba Batu, sebuah legenda yang sampai saat ini masih hidup di tengah-tengah mereka yang ditulis oleh Rendi.

Artikel-artikel tersebut murni lahir dari keterampilan mereka, mulai dari mencari tema, menemukan sumber data, wawancara, dan meramunya menjadi sebuah tulisan yang utuh.

"Saya, beserta tim lainnya dari ASM Law Office dan Datukultur Study Club, hanya memandu dan mendampingi mereka sampai tulisan ini jadi sebagaimana yang terhimpun dalam buku Yang Dipagari Talang, yang Dijaga Mamak saat ini," kata Senior Lawyer ASM Lawoffice Andiko.

Buku memori kolektif Yang Dipagari Talang, yang Dijaga Mamak ini sekaligus mematahkan anggapan âorang luarâ selama ini terhadap masyarakat adat Talang Mamak.

Menurutnya, generasi mutakhir Talang Mamak ini Dita, Ayu, Gunawan, dan Rendi, berhasil membuktikan bahwa masyarakat adat Talang Mamak bukan masyarakat yang terbelakang.

"Hanya saja selama ini, kita (orang-orang luar) tidak pernah mau memberi kesempatan pada masyarakat ini dan cenderung belum apa-apa sudah memandang sebelah mata," katanya.

Jadi, buku memori kolektif ini, tidak hanya sekadar hasil dari menghimpun ingatan-ingatan mereka dalam bentuk tertulis, namun juga merupakan sebuah karya yang luar biasa.