Stan Kaltim berhasil bertransaksi Rp19,8 miliar pada Expo Pangan Nusantara

id Stand Kaltim, jual komiditi Rp19,8 Miliar,pada Expo Pangan Nusantara

Stan Kaltim berhasil bertransaksi Rp19,8 miliar pada Expo Pangan Nusantara

Stand pameran Provinsi Kalimantan Timur pada ajang Expo Pangan Nusantara 2021 di Cihampelas Walk Bandung, Jawa Barat, pada 25 - 28 Nopember 2021. (Humas Pemprov Kaltim)

Samarinda (ANTARA) - Stanpameran Provinsi Kalimantan Timur mampu menjual komoditi unggulan dengan transaksi mencapai Rp19,8 miliar pada ajang Expo Pangan Nusantara 2021 di Cihampelas Walk Bandung, Jawa Barat, pada 25 - 28 Nopember 2021.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Siti Farisyah Yana mengatakan pada ajang pameran tersebut Provinsi Kaltim juga meraih dua penghargaan berupa tropi juara II Stand Terbaik dan piagam Stand Pameran dengan Nilai Transaksi Terbesar.

"Di ajang expo kita mampu bertransaksi (MoU) Pisang Kepok Gerecek. Kita mampu menggaet tiga buyer (pembeli) total investasi Rp19,8 miliar," Kata Siti Farisyah Yana di Samarinda, Selasa

Expo selama empat hari di Kota Kembang, rinci Yana, ada tiga buyer siap membeli Pisang Kepok Gerecek andalan Kaltim dari Kutai Timur selama dua tahun.

Yakni, Produsen Kripik ZAHANA siap membeli 12.500 sisir per bulan atau 18 ton setiap bulan dengan kontrak 2 tahun senilai Rp200 juta per bulan.

Selain itu, lanjut Yana pembeli dari Jakarta juga telah menyepakati membeli 50 ton perbulan dengan kontrak 2 tahun, senilai Rp300 juta per bulan.

Juga, buyer/pengepul pisang di Bandung akan membeli 26.000 sisir perbulan, kontrak 2 tahun, senilai Rp325 juta setiap bulan.

"Total MoU tiga buyer ini senilai Rp825 juta perbulan. Jadi nilai Mou selama 2 tahun dari tiga buyer sebesar Rp19,8 miliar," sebut Yana lagi.

Yana menambahkan Kaltim meraih juara II Stand Terbaik, sebab mampu menampilkan konten lokal Benua Etam yang unik dengan suguhan komoditi hortiknya, sehingga stand pameran banyak dikunjungi masyarakat.

"Tercatat stanpameran kita dikunjungi pejabat Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian dan Kepala Dinas Pertanian TPH Jawa Barat," ungkap Yana.

Pewarta :
Editor: Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2021