Istri "El Chapo" mengaku bersalah telah bantu suami jalankan kartel narkoba Sinaloa

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, narkoba

Istri "El Chapo" mengaku bersalah telah bantu suami jalankan kartel narkoba Sinaloa

Dokumentasi: Emma Coronel Aispuro, istri Joaquin Guzman, pengedar narkoba yang dikenal sebagai "El Chapo", tiba di Pengadilan Federal Brooklyn, untuk mendengarkan vonis hukuman Guzman di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Rabu (17/7/2019). (ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/ama/cfo)

Washington (ANTARA) - Emma Coronel Aispuro, istri gembong narkotika Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman, diperkirakan akan mengaku bersalah minggu ini atas tuduhan membantu sang suami menjalankan kartel narkoba Sinaloa yang terkenal kejam, New York Times melaporkan, Selasa (8/6).

The Times, mengutip orang yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui kasus tersebut, melaporkan bahwa Coronel akan muncul di Pengadilan Distrik Federal di Washington, Amerika Serikat, pada Kamis (10/6) pagi untuk mengajukan pembelaannya.

Baca juga: Sabu hampir 1Kg hasil tangkapan di Bengkalis dimusnahkan BNNP Riau

Perjanjian pembelaannya tidak akan mengharuskan dia untuk bekerja sama dengan pihak berwenang AS atau memberikan informasi tentang sekutu suaminya, mitra bisnis, atau kerabat, Times melaporkan.

Reuters belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut. Seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS menolak berkomentar, sementara Penegak Hukum Narkoba (DEA) juga belum berkomentar. Pengacara Coronel tidak menanggapi permintaan komentar.

Coronel, mantan ratu kecantikan berusia 31 tahun, ditangkap di Bandara Internasional Dulles Washington pada Februari.

Jaksa menuduhnya bersekongkol dengan El Chapo dalam menjalankan kartel narkoba serta terlibat dalam konspirasi menghebohkan --ketika suaminya itu pada Juli 2015 kabur dari penjara Altiplano Meksiko melalui terowongan sepanjang sekitar 1,6 kilometer yang digali dari selnya.

Setelah persidangan, yang menjadi sorotan, bergulir di pengadilan federal di Brooklyn, New York, Guzman, 63 tahun, dinyatakan bersalah pada Februari 2019 dalam mendalangi perusahaan obat bernilai miliaran dolar AS. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup ditambah 30 tahun dan dibui di penjara federal Supermax di Florence, Colorado.

Coronel, warga negara ganda AS-Meksiko, menikahi Guzman pada 2007 pada usia 18 tahun. Pasangan itu memiliki putri kembar.

Pada 2019, Coronel meluncurkan merek pakaian di Amerika Serikat dan dia juga muncul di reality show AS tentang keluarga mafia.

Baca juga: Polri gagalkan penyelundupan 45 kg sabu-sabu asal Malaysia

Baca juga: Geng motor ini ditangkap karena edarkan obat keras


Sumber: Reuters

Penerjemah: Mulyo Sunyoto

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar