Sejumlah petani sawit Kuansing mulai laksanakan program replanting

id sawit kuansing, petani sawit, sawit riau

Sejumlah petani sawit Kuansing mulai laksanakan program replanting

pembersihan lahan sawit di Kuansing. (ANTARA/Asripilyadi)

Teluk Kuantan (ANTARA) - Sejumlah petani sawit di wilayah Kuantan Singingi, Riau, mulai melaksanakan program replanting(penanaman ulang) terutama mereka yang tergabung ke dalam kelompok kemitraan dengan perusahaan. Program pemerintah ini bertujuan untuk membantu peningkatan produksi sawit untuk meningkatkan kesejahteraan.

Saat ini masih ada petani sawit enggan untuk mengikuti program tersebut, dengan alasan masih ingin memanen hasil sawit di kebun milikinya walaupun sedikit atau tidak maksimal.

Terlihat, petani sawit yang tergabung dalam PT GTH misalnya, wilayah areal F 10, ada ratusan hektar bakal dilakukan replanting, setakat ini sudah mulai menebang sawit tua dan membersihkan lahan.

"Ada sejumlah petani yang sudah menyetujui program ini, sehingga dilakukan penumbangan," kata salah satu pekerja di lapangansaat diminta keterangan, Ahad.

Ia mengatakan, proses replanting itu misalnya, ada program yang tawarkan pemerintah kepada petani, lalu disetujui, kemudian dilakukan penebangan pohon sawit. Setelah lahan bersih dan siap tanam maka bibit sawit baru ditanam di lokasi tersebut.

Namun, katanya, ada juga petani yang belum mau melakukan replanting karena masih ingin memanen buah sawit untuk kepentingan keluarga. Sebab jika sudah di replanting berarti mereka akan menunggu lebih dari tiga tahun untuk kembali panen.

Kebun sawit yang dilakukan replanting(peremajaan) adalah berumur di atas 25 tahun atau pohon sawit yang sudah tidak produktif.

Warga KuansingHelpimengatakan, programreplanting belum terlalu menyentuh masyarakat kecil karena warga miskin tidak punya lahan sawit. "Sebaiknya ada program lain untuk masyarakat ekonomi lemah," pintanya.

Baca juga: 150 ribu bibit sawit unggulan PTPN V ludes terjual secara daring

Baca juga: Konflik lahan Gondai mendapat perhatian Istana


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar